Salin Artikel

Yuk, Utamakan Kebersihan saat Asian Games!


JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lekang di benak kita tatkala melihat rekaman video yang menayangkan perilaku terpuji suporter Jepang saat perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia.

Video di YouTube dengan 400.000-an like itu menunjukkan para pendukung Samurai Biru memunguti sampah yang berceceran di Stadion Mordovia Arena, Sarank, pada 19 Juni 2018.

Padahal, waktu itu, Keisuke Honda, Makoto Hasebe, dan kawan-kawan barusan membungkam Kolombia dengan angka 2:1 di Grup H.

Masih dari tingkah laku berkelas seperti itu di Piala Dunia tahun ini. Kini, giliran Tim Nasional Jepang yang meninggalkan ruang ganti dalam keadaan kinclong alias tanpa secuil sampah pun di Rostov Arena.

Yang memilukan, saat itu, Selasa (3/7/2018), Jepang dibikin pulang kampung oleh Belgia dengan skor tipis 3-2!

Sebelum aksi Timnas Jepang, inspirasi suporter Jepang menyulut semangat suporter Senegal untuk membersihkan stadion dari sampah. Waktu itu, di Stadion Otkrytie Arena, pada 19 Juni 2018, Senegal menundukkan Polandia 2:1.

Begitu inspiratifnya aksi suporter dan Timnas Jepang itu, ada warganet yang menulis bahwa "Jepang kalah sebagai tim sepak bola tapi menang sebagai bangsa".

(Baca: Yang Bisa Kita Pelajari dari Aksi Pungut Sampah Suporter Timnas Jepang)

"Selama Asia Games berlangsung, coba kita, para suporter Indonesia tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di arena pertandingan," begitu pesan Erick Thohir.

Menurut catatan Kompas.com, pesan itu sudah dua kali disampaikan Erick Thohir, orang nomor satu di Grup Mahaka tersebut.

Tak cuma Erick Thohir. Kepada Kompas.com, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang juga mewanti-wanti agar kita semua menjadi tuan rumah yang baik.

"Jangan membuang sampah sembarangan," kata Franciscus menunjukkan cara menjadi tuan rumah yang baik saat pergelaran sejak 18 Agustus 2018 hingga 2 September 2018 berlangsung di Jakarta dan Palembang.

(Baca: Ini Dua Pesan Penting untuk Masyarakat Indonesia saat Perhelatan Asian Games)

Ihwal sampah memang hal yang patut menjadi sorotan. Mari simak catatan sebagaimana warta pada laman tempo.com.

Warga Ibu Kota Indonesia, Jakarta, seperti diungkapkan Sekretaris Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Ade Palguna rerata menghasilkan sampah hingga 70.000 ton per hari.

Nah, dari jumlah itu, 60 persennya adalah sampah rumah tangga. Sampah domestik ini bahkan menjadi persoalan besar Indonesia.

Di Jakarta, catatan sebagaimana termaktub di Kompas.com, menunjukkan bahwa produksi sampah per kapita per hari ada di kisaran 2,5 liter atau kira-kira setara dengan 0,75 kilogram.

Pada bagian selanjutnya, perhatian pada penanggulangan sampah menghadapi fakta bahwa akan ada penambahan jumlah sampah lantaran kedatangan sekitar 16.000 orang baru. Mereka itu adalah para atlet dan tim pendukungnya atau ofisial.

"Ada sekitar 11.000 atlet dan 4.000 ofisial," kata Wakil Direktur Bidang Pendapatan Inasgoc Cahyadi Wanda pertengahan Juli lalu.

(Baca: Terkini, Pendapatan dari Iklan untuk Asian Games 2018)

Dapat dibayangkan kemudian, pemerintah DKI Jakarta, khususnya Dinas Kebersihan bakal bekerja ekstra keras untuk menjaga agar seluruh area pertandingan benar-benar bersih.

"Jadwal pengangkutan sampah harus benar-benar diatur," imbuh Tedy.

Dalam pengalamannya, terang Tedy, perhatian lebih difokuskan pada pengaturan jadwal armada truk-truk sampah mulai dari lokasi pengangkutan hingga ke pembuangan sampah di Bantargebang, Kota Bekasi.

Lagi-lagi, kepedulian pada kebersihan tersebut memang harus tersemat betul-betul di dalam hati warga masyarakat. "Ya, kita harus menjadi teladan,"  kata pebulutangkis putri Indonesia Greysia Polii, awal Juli silam.

Satu hal yang harus mengemuka adalah edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan. "Karena, pasti masih saja ada yang membuang sampah sembarangan saat Asian Games nanti," kata Cahyadi Wanda.

Inasgoc, kata Cahyadi lagi, sejak awal sudah mewujudkan begitu banyak tempat sampah di arena pertandingan.

"Tapi percuma saja ada banyak tempat sampah kalau masyarakat masih saja berperilaku membuang sampah sembarangan," ujar Cahyadi.

"Edukasi dan edukasi itu harus terus-menerus," pungkas Tedy Agustiansjah.

Maka dari itulah, demi menjadi tuan rumah bermartabat, yuk, utamakan kebersihan saat Asian Games!

(Baca: Asian Games 2018, Pemain dan Penonton Harus Tunjukkan Sportivitas)

https://olahraga.kompas.com/read/2018/08/01/20540138/yuk-utamakan-kebersihan-saat-asian-games

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.