Salin Artikel

Minarni Dkk Sempat Merasa Terlupakan Setelah Pertama Kali Raih Piala Uber pada 1975...

Untuk pertama kalinya, Indonesia berhasil meraih Piala Uber setelah mengalahkan juara bertahan, Jepang, pada babak final yang berlangsung 6 Juni 1975 di Istora Senayan, Jakarta.

Tim Indonesia dipimpin oleh pebulutangkis kawakan, Minarni. Anggota tim Uber lainnya adalah Taty Sumirah, Utami Dewi, Theresia Widiastuty, Imelda Wigoena, dan Regina Masli.

Namun, di balik euforia kemenangan, tersisip rasa "terlupakan" di benak para srikandi bulutangkis saat itu.

Beberapa hari setelah pesta kemenangan, seperti dikutip dari Harian Kompas, 11 Juni 1975,  tak ada sisa-sisa kegembiraan yang terlihat di Jalan Manila, Senayan, tempat para atlet putri bermukim.

Sepi. Lesu.

"Umur kepahlawanan mereka, hanya berusia 4 hari. Ibarat pengantin yang menunggu ucapan selamat dari tamu yang tak pernah muncul," demikian untuk menggambarkan suasana yang berbanding terbalik pasca kemenangan.

Kala itu, Regina Masli, yang bersama Minarni menjadi penentu kemenangan Indonesia, tengah terbaring sakit. Seorang dokter telah memeriksanya. Akan tetapi, tak ada yang menjenguk.

Sementara itu, di kamar lainnya, Theresia mengemasi buku-bukunya. Sebulan lagi, Theresia, yang tercatat sebagai mahasiswi ASMI, harus menghadapi ujian akhir semester.

Demikian pula Imelda Wigoena, yang saat itu masih berstatus mahasiswi ABA Bandung.

Sementara, Minarni sudah terlibat dengan pekerjaan rutinitasnya mengurus keluarga.

Adapun, Utami Dewi memilih kembali ke rumah kakaknya, Rudi Hartono, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sedangkan Taty Sumirah telah pulang ke rumah ayahnya di Rawamangun, Jakarta Timur.

Digambarkan pula bahwa yang terjadi pada tim Uber Indonesia ini jauh berbeda dengan suasana saat Indonesia pertama kali memboyong Piala Thomas pada 1970.

Saat itu, seluruh pemain dan officiall diundang ke Istana dan menerima Satya Lencana Kebudayaan. Demikian pula saat Piala Thomas dipertahankan tiga tahun kemudian.

Bertemu Ibu Negara, Tien Soeharto

Pada 18 Juni 1975, Minarni dan kawan-kawan diterima Ibu Negara saat itu, Tien Soeharto.

Dalam pertemuan itu, Ibu Tien, demikian ia biasa disapa, membesarkan hati para pemain.

"Kalau yang menang para pemain pria, maka diadakan sambutan serba ramai. Tapi untuk para pemain putri tidak. Hendaknya hal itu tak perlu membuat rasa kecewa pada anda sekalian. Sebab sejarah akan mencatat bahwa kita berjuang tanpa minta balas jasa", demikian Ibu Tien.

"Keharuman nama lebih penting dan lebih berharga daripada penghargaan yang cuma sekejap saja. Kami semua bangga", kata dia.

Pada 24 Juni 1975, Presiden Soeharto mengundang para pebulutangkis tim Uber Indonesia ke Bina Graha, Jakarta.

Soeharto menyatakan bangga atas prestasi yang ditorehkan Minarni dan kawan-kawan.

Ia menyaksikan pertarungan Indonesia melawan Jepang dan merasakan ketegangan selama pertandingan.

"Berhasilnya Piala Uber itu diraih oleh team Indonesia merupakan kebanggan bagi Indonesia, terutama bagi kaum wanita, justru pada tahun wanita internasional dewasa ini," kata Soeharto kala itu, seperti dikutip Harian Kompas, 25 Juni 1975.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin memberikan hadiah berupa deposito uang sebesar Rp 300 ribu kepada angggota tim Uber Cup Indonesia.

Mereka diterima oleh Ali Sadikin pada 25 Juni 1975

Berikut catatan pertandingan antara Indonesia vs Jepang pada final yang mengantarkan Indonesia menjadi juara Uber Cup untuk pertama kalinya:

Minarni Sudaryanto-Regina Masli

Pasangan ganda putri Indonesia, Minarni Sudaryanto-Regina Masli, menentukan kemenangan tim Indonesia saat itu.

Mereka mengalahkan Jepang, setelah menundukkan Hiroe Yuki-Mika Ikeda dengan perolehan nilai 15-8 dan 15-11.

Sebelumnya, pasangan Minarni-Regina secara gemilang mengalahkan juara ganda putri All England tahun 1972-1973, Etsuko Takenaka-Machiko Aizawa dengan skor 15-6, 6-15, dan 15-9.

Theresia Widiastuty-Imelda Wigoena

Pasangan Theresia Widiastuty-Imelda Wigoena menaklukkan pasangan Jepang Hiroe Yuki-Mika Ikeda dengan skor 15-4 dan 15-9.

Pasangan Tuty-Imelda juga menundukkan pasangan Takenaka-Aizawa dengan skor 17-14 dan 15-0.

Selain ganda putri, sektor tunggal putri juga memberikan sumbangannya untuk kemenangan Indonesia.

Theresia Widiastuty

Pemain tunggal Theresia Widiastuty melawan Hiroe Yuki, yang pernah menjadi juara All England 1975.

Pada awal pertandingan, dengan cepatnya Tuty ketinggalan 0-5. Setelah tertinggal semakin jauh yakni 6-0, Tuty mulai menyerang dengan gerak tipu dan smash yang dilakukan secara bertubi-tubi.

Dalam waktu yang cukup singkat, Tuty berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan dua set dengan skor 11-7 dan 11-1.

Taty Sumirah

Taty Sumirah juga turut andil dalam kemenangan tim Uber Cup pertama kalinya ini. Dengan permainan agresifnya, ia berhasil mengalahkan Atsuko Tokuda dengan skor 11-5 dan 11-2.

Utami Dewi

Utami Dewi yang turut mewakili tunggal putri Indonesia kalah dari Noriko Nakayama dengan skor 5-11 dan 3-11.

https://olahraga.kompas.com/read/2018/05/24/12300008/minarni-dkk-sempat-merasa-terlupakan-setelah-pertama-kali-raih-piala-uber

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

FIBA Asia Cup 2022, Tekad Timnas Basket Indonesia Ukir Sejarah

FIBA Asia Cup 2022, Tekad Timnas Basket Indonesia Ukir Sejarah

Sports
Rekap Hasil Malaysia Open 2022: Lee Zii Jia Tumbang, 7 Wakil Indonesia ke Perempat Final

Rekap Hasil Malaysia Open 2022: Lee Zii Jia Tumbang, 7 Wakil Indonesia ke Perempat Final

Badminton
Kapten Persib Bertekad Bawa Persib ke Semi Final Piala Presiden 2022

Kapten Persib Bertekad Bawa Persib ke Semi Final Piala Presiden 2022

Liga Indonesia
Hasil Bali United Vs Kaya FC: Serdadu Tridatu Menang 1-0 tetapi Belum Aman

Hasil Bali United Vs Kaya FC: Serdadu Tridatu Menang 1-0 tetapi Belum Aman

Sports
Hasil Malaysia Open 2022: Tumbang di Tangan Unggulan Jepang, Fikri/Bagas Terhenti

Hasil Malaysia Open 2022: Tumbang di Tangan Unggulan Jepang, Fikri/Bagas Terhenti

Badminton
Perbasi Tak Mau Timnas Basket Indonesia Jadi Penonton FIBA World Cup 2023

Perbasi Tak Mau Timnas Basket Indonesia Jadi Penonton FIBA World Cup 2023

Sports
Malaysia Open 2022, Rahasia Anthony Sinisuka Ginting Raih Kemenangan

Malaysia Open 2022, Rahasia Anthony Sinisuka Ginting Raih Kemenangan

Liga Indonesia
3 MS Indonesia ke 8 Besar Malaysia Open 2022: Ginting Vs Axelsen, Shesar Vs Momota

3 MS Indonesia ke 8 Besar Malaysia Open 2022: Ginting Vs Axelsen, Shesar Vs Momota

Sports
Seragam Terbaru Timnas Bakal Dijual 5 Juli

Seragam Terbaru Timnas Bakal Dijual 5 Juli

Liga Indonesia
HT Bali United Vs Kaya FC: Tandukan Mantan Striker Bawa Unggul Tuan Rumah

HT Bali United Vs Kaya FC: Tandukan Mantan Striker Bawa Unggul Tuan Rumah

Sports
Hasil Malaysia Open 2022: Vito Tembus Perempat Final Usai Kandaskan Lee Zii Jia

Hasil Malaysia Open 2022: Vito Tembus Perempat Final Usai Kandaskan Lee Zii Jia

Badminton
Persib Vs PSS, Duel Tim Pincang di Perempat Final Piala Presiden 2022

Persib Vs PSS, Duel Tim Pincang di Perempat Final Piala Presiden 2022

Liga Indonesia
Hasil Malaysia Open 2022: Main 91 Menit, Rionny 'Mengamuk', Febri/Amal Takluk

Hasil Malaysia Open 2022: Main 91 Menit, Rionny "Mengamuk", Febri/Amal Takluk

Sports
Hasil Malaysia Open 2022: Menang dalam 26 Menit, Ahsan/Hendra Susul Fajar/Rian ke Perempat Final

Hasil Malaysia Open 2022: Menang dalam 26 Menit, Ahsan/Hendra Susul Fajar/Rian ke Perempat Final

Sports
Bantah Adu Kungfu, Persik Kediri Dapat Instruksi Bebaskan Ronaldinho

Bantah Adu Kungfu, Persik Kediri Dapat Instruksi Bebaskan Ronaldinho

Liga Indonesia
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.