Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DKI Rebut Emas Putri, Pelatih Jabar Protes

Kompas.com - 27/09/2016, 00:07 WIB


SOREANG, Kompas.com - Tim favorit DKI Jakarta menundukkan  dengan skor 14-8 sekaligus merebut medali emas polo air putri PON XIX/2016, Senin (26/9/2016).

Dengan hasil ini  tim polo air Jakarta berhasil mengawinkan medali emas tim putra dan putri, sedangkan tim putra-putri Jabar harus puas dengan medali perak.

Pertandingan final polo air putri berlangsung seru. Tim Jakarta yang diperkuat delapan pemain tim nasional mendapatkan perlawanan sengit dari Jabar. Di babak pertama kedua tim saling mengejar angka. DKI Jakarta yang sempat unggul beberapa kali mampu disulitkan para mojang polo air Jabar.

Pertengahan babak pertama, DKI unggul dua bola atas Jabar. Skor 4-2 untuk DKI berhasil disamakan Jabar. Namun tim tuan rumah harus menerima kekalahan dari tamu babak pertama dengan skor 4-6.

Memasuki babak kedua, Jabar berusaha mengejar ketertinggalan dengan mengambil inisiatif serangan. Inez Febrianti dan kawan-kawan berkali-kali berhasil mengurung pertahanan DKI. Namun upaya mereka selalu gagal meski sudah berada di depan gawang.

Sebaliknya, DKI berhasil memanfaatkan kelengahan Jabar yang asyik menyerang. Penjaga gawang Jabar Dinda Asmarandana tercatat berhasil mementahkan upaya DKI mencetak gol.

Meski demikian tim DKI berhasil mencetak dua angka, sedangkan Jabar hanya menceploskan satu bola. Skor akhir babak kedua 8-5 untuk keunggulan DKI.

Tim DKI masih terlalu digdaya bagi Jabar di babak ketiga. Satu gol Inez ke gawang Jakarta berhasil dibalas tig gol tim Ibukota salah satunya melalui gol jarak jauh Linda Patricia. Skor 11-6 sampai bel babak ketiga berakhir.

Di delapan menit terakhir, DKI semakin menunjukkan pengalamannya. Serangan Jabar yang terlalu terburu-buru kembali dimanfaatkan Jakarta. Akhirnya, tim Pasundan harus mengakui keunggulan rival berat mereka dengan skor 14-8.

Manajer Polo Air Jabar Tendy Suwarman mengakui pengalaman bertanding menjadi pembeda antara timnya dengan DKI Jakarta. Menurut Tendy, jika Jabar diberikan tryout selama minimal dua bulan lagi mungkin hasilnya akan berbeda.

Meski demikian dia tetap menyanjung permainan anak asuhnya yang mampu meladeni tim kuat Jakarta yang didominasi para pemain tim nasional Indonesia.

"Kami sudah maksimal. Meski pengalaman kami kurang, tapi mampu memberikan perlawanan," kata Tendy kepada wartawan saat ditemui usai pertandingan di venue polo air Gelora Sabilulungan Jalak Harupat, Soreang, Senin (26/9/2016).

"Kami beberapa kali di depan gawang lawan. Tapi karena kurang pengalaman kami jadinya nafsu mencetak gol. Kalau pengalaman kami lebih banyak tentu anak-anak akan lebih tenang," tambah Tendy.

Tendy Suwarman juga menggugat kebijakan pemilihan pemain yang tergabung dalam tim nasional Indonesia. Menurutnya selama ini seleksi pemain tim nasional terlalu didominasi oleh DKI Jakarta. Sehingga atlet-atlet polo air berpotensi dari daerah lainnya banyak yang tidak dilirik.
 
Tendy meminta ke depannya seleksi pemain untuk tim nasional Indonesia diubah agar memberikan kesempatan bagi atlet-atlet potensial dari daerah lain untuk bergabung. Sehingga dapat memajukan juga olahraga polo air di seluruh Indonesia.

"Potensi atlet daerah masuk tim nasional untuk pertandingan internasional seperti Sea Games sebenarnya banyak. Tetapi karena sistemnya yang mengatur DKI Jakarta maka sekarang banyak didominasi oleh atlet mereka. Ini bukan hanya keluhan Jabar tetapi daerah lain juga," kata Tendy.

Tendy memprotes seharusnya sistem seleksi tim nasional polo air Indonesia jangan lagi didominasi DKI Jakarta. Apalagi tim Ibukota saat ini dilatih oleh pelatih yang juga menukangi tim nasional Indonesia, yaitu Tung Yung.

Menurut Tendy, jika kondisinya demikian, maka hal ini diibaratkan sama saja dengan pelatih tim nasional sepakbola Indonesia (Alfred Riedl) nyambi melatih kesebelasan Persib Bandung. Sehingga nantinya akan ada kepentingan yang berat sebelah antara tim nasional dengan klub.

"Saya rasa pelatih tim nasional Indonesia cukup memantau potensi atlet-atlet daerah saja. Jangan juga malah melatih tim daerah," ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Satoru Ingin Naturalisasi Pemain di Timnas Putri, Claudia Siap Belajar

Satoru Ingin Naturalisasi Pemain di Timnas Putri, Claudia Siap Belajar

Timnas Indonesia
Harga Tiket Persib Vs Madura United di Final Championship Series Liga 1

Harga Tiket Persib Vs Madura United di Final Championship Series Liga 1

Liga Indonesia
Gregoria Fokus Jaga Fisik dan Mental Jelang Olimpiade Paris 2024

Gregoria Fokus Jaga Fisik dan Mental Jelang Olimpiade Paris 2024

Badminton
Irak Jalani Persiapan Singkat, Kans Timnas Indonesia Ambil Peluang

Irak Jalani Persiapan Singkat, Kans Timnas Indonesia Ambil Peluang

Timnas Indonesia
Tekad Apriyani/Fadia Naik Podium Sebelum Olimpiade Paris 2024

Tekad Apriyani/Fadia Naik Podium Sebelum Olimpiade Paris 2024

Badminton
Tanggapan Filipina Satu Grup dengan Indonesia di Piala AFF 2024

Tanggapan Filipina Satu Grup dengan Indonesia di Piala AFF 2024

Liga Indonesia
Final Championship Series Liga 1, Pesan Passos Soal Mentalitas Kiper Persib

Final Championship Series Liga 1, Pesan Passos Soal Mentalitas Kiper Persib

Liga Indonesia
Ketika Media Vietnam Sorot STY Tertawa Usai Drawing Piala AFF 2024

Ketika Media Vietnam Sorot STY Tertawa Usai Drawing Piala AFF 2024

Timnas Indonesia
Final Liga Europa, Bayer Leverkusen Serba Bisa, Atalanta Pilih Berani

Final Liga Europa, Bayer Leverkusen Serba Bisa, Atalanta Pilih Berani

Liga Lain
Respons Pelatih Persib Lakoni Final Leg Satu di Kandang, Keuntungan atau Kerugian?

Respons Pelatih Persib Lakoni Final Leg Satu di Kandang, Keuntungan atau Kerugian?

Liga Indonesia
Prediksi Skor dan Susunan Pemain Atalanta Vs Bayer Leverkusen

Prediksi Skor dan Susunan Pemain Atalanta Vs Bayer Leverkusen

Liga Lain
Persib Vs Madura United, Bojan Hodak Ungkap Kondisi Pemainnya

Persib Vs Madura United, Bojan Hodak Ungkap Kondisi Pemainnya

Liga Indonesia
Final Liga Europa, Xabi Alonso Tahu Cara Kalahkan Atalanta

Final Liga Europa, Xabi Alonso Tahu Cara Kalahkan Atalanta

Liga Lain
Final Championship Series Liga 1, Duel Pemain Kunci Kedua Tim

Final Championship Series Liga 1, Duel Pemain Kunci Kedua Tim

Liga Indonesia
Madura United ke Final adalah Takdir Tuhan

Madura United ke Final adalah Takdir Tuhan

Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com