Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Raikkonen Datang ke Korea untuk Balapan

Kompas.com - 03/10/2013, 18:46 WIB
YEONGNAM, KOMPAS.com - Kimi Raikkonen mengatakan, dia tak akan berada di Korea, jika takut sakit pada pinggangnya akan menghalangi untuk menjalani balapan. Sakit pinggang ini juga yang sempat memunculkan berita bahwa Raikkonen akan batal membalap di GP Singapura, dua pekan lalu.

Sakit di pinggang ini adalah cedera lama yang menurut Raikkonen merupakan efek dari kecelakaan yang terjadi 10 tahun lalu. Saat menjalani sesi kualifikasi GP Singapura, pebalap Lotus ini harus berjuang melawan sakit, dan akhirnya tercecer di urutan 13 pencatat waktu tercepat.

Start dari posisi 13, Raikkonen membalap dengan luar biasa keesokan harinya, dan akhirnya berhasil finis ketiga. Akhir pekan ini, fisik Raikkonen akan kembali diuji di Sirkuit Korea International yang berada di Yeongnam.

"Saya tidak akan ada di sini kalau tidak untuk membalap," tutur pebalap 33 tahun tersebut. "Akan sedikit tidak berguna datang ke sini, jika saya tidak berpikir bahwa saya akan membalap. Sudah jelas, kita akan lihat besok (saat latihan). Sekarang semua baik-baik saja. Selalu sulit untuk mengatakannya sampai kamu membalap, tapi saya pikir semua seharusnya baik-baik saja."

"Besok saat mencoba (membalap), saya akan tahu lebih banyak. Seperti yang pernah saya katakan pada balapan terakhir, ini bukan kali pertama (saya merasakan sakit) dan saya yakin bukan yang terakhir kali. Ini adalah sesuatu yang sudah saya hadapi sejak dulu."

Lotus sudah menyiapkan Davide Valsecchi, sebagai pebalap pengganti untuk Raikkonen, sejak kasus sakit pada pinggang ini muncul di Singapura. Tetapi, Raikkonen berpikir bahwa masalah ini tidak perlu sampai mendapat perhatian khusus.

"Saya selalu baik-baik saja setiap tahun, setiap saya membalap," tegas pebalap Finlandia tersebut. "Kadang saya merasakan sakit. Sudah jelas, setiap tahun kamu bertambah tua dan bertambah masalah, tapi saya yakin kamu bisa mengatasi hal-hal seperti itu."

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com