Tontowi/Liliyana Hadapi Pemain Junior di Mataram - Kompas.com

Tontowi/Liliyana Hadapi Pemain Junior di Mataram

Kompas.com - 06/02/2018, 22:47 WIB
Tontowi Ahmad/Liliyana NatsirPBSI Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

MATARAM, Kompas.com - Semangat dan antusiasme para pebulutangkis muda di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) kian berkembang dan mengalami peningkatan. Setidaknya hal ini terlihat dalam beberapa tahun belakangan di mana Mataram semakin konsisten mengirimkan bibit-bibit mudanya untuk berkompetisi di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, memperebutkan kesempatan bergabung dengan PB Djarum, Kudus.

Untuk menjaga semangat tersebut, Bakti Olahraga Djarum Foundation akan menggelar Djarum Badminton All Stars & Coaching Clinic di GOR Turide, Mataram, Lombok, pada 9 – 10 Februari 2018 mendatang. Djarum Badminton All Stars merupakan laga eksebisi yang akan menghadirkan para pemain bintang dan juga legenda-legenda bulutangkis dari PB Djarum. Hal ini dilakukan untuk menarik minat para penggemar bulutangkis di Mataram dan sekitarnya.

Sesi pelatihan (coaching clinic) diadakan pada hari pertama yakni Jumat, 9 Februari 2018. Coaching clinic ini ditujukan kepada para pelatih lokal dan atlet-atlet muda asal Mataram dan sekitarnya. Sejumlah legenda PB Djarum akan hadir di antaranya Christian Hadinata, Lius Pongoh, Meiliana Jauhari, Sigit Budiarto, Luluk Hadianto, Alvent Yulianto, Tri Kusharjanto, Hariyanto Arbi, dan Eddy Hartono.

Lalu, di hari kedua yaitu Sabtu, 10 Februari 2018 mulai pukul 15.00 WITA akan digelar laga eksebisi di GOR Turide, Mataram yang mempertemukan bintang-bintang PB Djarum seperti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Rehan Naufal Kusharjato/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Rinov Rivaldi, dan Berry Angriawan. Menariknya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akan bertanding melawan Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Ini merupakan “laga ujian” bagi Rehan dan Nadia, juara Asian Junior Championship (AJC) 2017, melawan seniornya, peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pertandingan eksebisi ini bisa dinikmati masyarakat umum secara gratis alias tidak dipungut biaya.

Menurut Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, pertandingan eksebisi ini diharapkan bisa memantik semangat masyarakat Mataram di dunia bulutangkis. “Pertandingan Djarum Badminton All Stars ini saya jamin akan sangat seru. Apalagi ada Owi/Butet, sebagai pemain kelas dunia yang penampilannya pasti ditunggu-tunggu oleh para penggemar bulutangkis. Jadi kami mengajak semua penggemar bulutangkis di Mataram dan sekitarnya untuk datang dan menyaksikan Djarum Badminton All Stars ini,” ujar Yoppy Rosimin, Selasa (6/2).

Yoppy menambahkan, Mataram dan daerah-daerah lainnya di wilayah NTB menyimpan potensi bulutangkis yang terus bertumbuh. Dengan kehadiran para pemain bintang dan legenda PB Djarum di Mataram diharapkan bisa memberikan suntikan semangat anak-anak muda di sana untuk menekuni olahraga bulutangkis.

“Kami melihat atlet-atlet muda dari Mataram ini sangat luar biasa semangatnya. Ini yang ingin kita jaga dan tingkatkan melalui kegiatan Djarum Badminton All Stars dan Coaching Clinic. Diharapkan dengan menggelorakan semangat bermain bulutangkis ini, akan terus lahir dan semakin banyak bibit-bibit potensial dari Mataram dan sekitarnya,” terang Yoppy Rosimin.

Menurut Yoppy tekad keras para pemain-pemain muda dari Mataram selalu terlihat dalam setiap gelaran Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. Para pemain muda ini berani datang jauh-jauh menuju lokasi penyelenggarakan Audisi Umum di kota-kota lain seperti di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Hal ini menjadi catatan positif bagi PB Djarum terkait mentalitas dan daya juang tinggi dari para pemain asal Mataram.

Di sisi lain, Yoppy menilai penting adanya peningkatan kualitas kepelatihan dan pendidikan dasar bulutangkis bagi klub-klub yang ada di Mataram dan NTB pada umumnya. Kualitas pelatihan yang baik akan menjadi bekal utama terhadap calon-calon pebulutangkis dari pulau “Sunda Kecil” ini agar mampu berprestasi di skala nasional, bersaing dengan para pemain muda dari kota-kota lain yang sudah lebih dulu memiliki tradisi bulutangkis.

"Djarum Badminton All Star & Coaching Clinic di Mataram ini dimaksudkan agar terjadi transfer pengetahuan dan ketrampilan bermain bulutangkis antara atlet, pelatih, dan Legenda PB Djarum dengan para pelatih klub dan atlet muda bulutangkis yang ada di Mataram dan sekitarnya," tutur Yoppy Rosimin.

Kegiatan kepelatihan ini akan terbagi dalam tiga sesi. Yaitu khusus pelatih, pemain usia di bawah 13 tahun, dan pemain usia di atas 13 tahun. Sebelumnya, klinik kepelatihan serupa pernah digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation di Bandung, Palembang, Makassar, Manado, Tasikmalaya, Purwokerto, Malang, Tegal, Cirebon, Cilegon, Kudus, Magelang, Yogyakarta, Bogor, Solo, Banyuwangi, Bandar Lampung dan Gorontalo


EditorTjahjo Sasongko
Komentar
Close Ads X