Hadapi Momota, Ihsan Siap Capek - Kompas.com

Hadapi Momota, Ihsan Siap Capek

Kompas.com - 12/11/2017, 04:24 WIB
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa mengembalikan kok dari pemain Hong Kong, Wei Nan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (12/6/2017).KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa mengembalikan kok dari pemain Hong Kong, Wei Nan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (12/6/2017).

JAKARTA, Kompas.com - Tanpa harus berkeringat di lapangan, Ihsan Maulana Mustofa melenggang mudah ke babak final Macau Open Grand Prix Gold 2017. Ihsan sebenarnya dijadwalkan untuk menghadapi pemain Malaysia, Zulfadli Zulkifli pada babak semifinal, Sabtu (11/11), di Rua de Ferreira do Amaral, Macau. Namun Zulkifli akhirnya memutuskan mundur karena mengalami cedera pada kaki kanannya.

“Lawan Ihsan tadi mengundurkan diri karena cedera pada kaki kanannya. Sebab kemarin waktu di delapan besar dia kepleset sehingga cedera di kakinya,” ungkap Irwansyah, pelatih tunggal putra, kepada badmintonindonesia.org.

Hal ini pun menjadi keuntungan bagi tunggal putra besutan klub Djarum Kudus tersebut. Menurut Ihsan, ini bisa dimanfaatkannya untuk menyimpan energi jelang pertandingan di babak final, besok (12/11).

Alhamdulillah hal ini menguntungkan saya. Karena kemarin sempat lumayan menguras stamina juga habis lawan Wong Wing Ki,” ujar Ihsan.

Selanjutnya di final, Ihsan akan berhadapan dengan Kento Momota dari Jepang. Ihsan dan Momota sebelumnya pernah sekali berhadapan di Badminton Asia Team Championships 2016. Sayang saat itu Ihsan kalah dua gimlangsung dengan 17-21 dan 7-21.

“Untuk besok, saya mau main bagus saja. Dia kan pemain bagus, jadi nggak mudah dimatikan. Pasti banyak relinya. Siap capek saja,” kata Ihsan.

“Besok Ihsan melawan Kento Momota. Ihsan harus berani bermain cepat temponya dan mengontrol. Harus lebih sabar mainnya sampai menunggu kesempatan untuk mengambil poin. Yang paling penting Ihsan harus bermain lepas tanpa ada beban agar permainannya bisa keluar,” jelas Irwansyah menambahkan.

Selain Ihsan, pasangan ganda putra, Ade Yusuf Santoso/Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira juga lolos ke babak final. Ade/Wahyu mengalahkan pemain Hong Kong, Or Ching Chung/Tang Chun Man, 16-21, 21-17 dan 21-12. Di partai puncak, Ade/Wahyu akan berhadapan dengan pemain Korea, Kim Won Ho/Seung Jae Seo.

Sayangnya hasil berbeda harus diperoleh Della Destiara Haris/Tiara Rosalia Nuraidah. Mereka harus puas terhenti sebagai semifinalis, setelah kalah dari unggulan delapan asal Tiongkok, Huang Yaqiong/Yu Xiaohan, 18-21 dan 15-21.

Jadwal final:
Seo Seung Jae/Kim Ha Na [KOR/6]-Zheng  Siwei/Huang Yaqiong [CHN/5]
Pai Yu Po [TPE]-Cai Yanyan [CHN]
Kento Momota [JPN]-Ihsan Maulana Mustofa [INA/14]
Huang Yaqiong/Yu Xiaohan [CHN/8]-Baek Ha Na/Lee Yu Rim [KOR]     
Kim Won Ho/Seo Seung Jae [KOR]-Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf [INA]

EditorTjahjo Sasongko
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM