Tersangka Pemerkosa Atlet Diadili - Kompas.com

Tersangka Pemerkosa Atlet Diadili

Kompas.com - 11/10/2017, 20:43 WIB
 Huang Qiang Huang Qiang

KUALA LUMPUR, Kompas.com - Pelatih nasional loncat Indah Malaysia, Huang Qiang diajukan ke pengadilan dengan tuduhan melakukan tindak perkosaan terhadap seorang atlet puteri berusia 20 tahun, September lalu.

Tersangka Huang Qiang, 35, dituduh  melakukan tindak pidana tersebut di pusat latihan akuatik Malaysia di Bukit Jalil pada 26 September pukul 17.30 waktu setempat.

Huang yang datang ke pengadilan dengan mengenakan  baju merah dan celana pencdek kuning dengan menggunakan bahasa mandarin menyatakan dirinya tak bersalah di hadapan Hakim Wan Mohd Norisham Wan Yaakob.

Berasal dari China, Huang kini telah menjadi warganegara Malaysia. Ia dituduh melakukan tindak perkosaan di ruang kebugaran cabang loncat indah di Bukit Jalil. Tindak pidana seperti ini di bawah hukum Malaysia tearancam hukuman penjara maksimum 20 tahun ditambah hukum cambuk.

Kasus perkosaan yang menimpa atlet loncat indah ini dianggap peristiwa memalukan, apalagi pada saat bersamaan negara ini juga menghadapi tuduhan doping yang menimpa satu atlet puteri cabang loncat indah peraih medali emas SEA Games XXIX/2017, Agustus lalu.


EditorTjahjo Sasongko
SumberBernama
Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional
Close Ads X