Pengadilan Banding Kasus Medali Olimpiade Bolt Berlangsung November - Kompas.com

Pengadilan Banding Kasus Medali Olimpiade Bolt Berlangsung November

Kompas.com - 11/09/2017, 22:36 WIB
Tim Jamaika tersebut terdiri dari Nesta Carter, Michael Frater, Usain Bolt dan Asafa Powell. Mereka meraih medali emas pada 23 Agustus 2008. Tim Jamaika tersebut terdiri dari Nesta Carter, Michael Frater, Usain Bolt dan Asafa Powell. Mereka meraih medali emas pada 23 Agustus 2008.

LAUSANNE, Kompas.com - Pengadilan banding berkaitan dengan pencoretan  medali Olimpiade 2008 milik Usain Bolt dan tim Jamaika akan digelar pada November mendatang.

Pengadilan arbitrase olahraga, Senin (11/09/2017) mengatakan bahwa sprinter Jamaika, Nesta Carter telah mengajukan banding atas keputusan Komite Olimpik Internasional (IOC) dan akan disidangkan pada 15 November.

Carter dinyatakan positif mengonsumsi obat terlarang methylhexaneamine  dalam pemeriksaan ulang sampel urin saat Olimpiade Beijing 2008. Saat itu Nesta bersama Bolt dan tim Jamaika meraih medali emas 4x100 meter dengan mencatat rekor dunia 37.10 detik.

Dalam tim jamaika di Olimpiade 2008 ini terdapat pula Michael Frater dan Asafa Powell.

Keputusan diskualifikasi diterima Carter dan anggota tim lainnya  pada Januari tahun ini. Keputusan ini merusak reputasi sempurna Usain Bolt yang mengumpulkan tiga medali emas nomor 100 meter, 200 meter dan 4x100 meter dalam tiga Olimpiade: 2008, 2012 dan 2016.

Carter dan Bolt juga merupakan bagian dari tim Jamaika  dalam tiga kejuaraan dunia dari 2011 dan 2015. Keduanya juga bagian dari tim Jamaika yang meraih medali emas Olimpiade London 2012 dengan catatan waktu 36.84 detik.

Februari lalu, Bolt mengaku tidak masalah dengan keputusan pencoretan medali tersebut, namun ia berharap Carter untuk mengajukan banding.

Tim pengacara Nesta berencana menghadirkan Bolt sebagai saksi  dalam dengar pendapat yang diperkirakan berlangsung di Lausanne, Swiss.

Puluhan atlet ditengarai positif mengonsumsi obat terlarang dalam analisis ulang terhadap sampel urin atlet yang berlaga di Olimpaied 2008 dan 2012. Pemeriksaan  dilakukan menggunakan tes yang baru dan dianggap lebih akurat.

Sebanyak 110 atlet asal negara-negara bekas Uni Soviet terbukti positif mengonsumsi obat terlarang. Sementara kasus Carter merupakan satu-satunya yang dihadapi Jamaika.

EditorTjahjo Sasongko

Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM