Hari Olahraga Nasional dan Introspeksi SEA Games 2017 Halaman 2 - Kompas.com

Hari Olahraga Nasional dan Introspeksi SEA Games 2017

Chappy Hakim
Kompas.com - 09/09/2017, 07:06 WIB
Lifter Indonesia, Deni, sedang beraksi di kelas 69 kilogram pada SEA Games 2017. Deni mendapat medali emas pada pertandingan yang berlangsung di MItec Hall 3, Selasa (29/8/2017).BolaSport/Feri Setiawan Lifter Indonesia, Deni, sedang beraksi di kelas 69 kilogram pada SEA Games 2017. Deni mendapat medali emas pada pertandingan yang berlangsung di MItec Hall 3, Selasa (29/8/2017).

Sampai di sini kemungkinan besar harus ada sebuah kajian yang matang mengenai  pola organisasi pembinaan olahraga nasional dibangun.  Sampai saat ini masyarakat banyak yang kurang mengenal dengan baik organisasi olahraga di tingkat pusat.   

Ada KONI ada KOI dan ada pula yang bernama Satlak Prima. Masyarakat juga tidak paham bagaimana koordinasi lembaga-lembaga itu dengan kementerian terkait.   

Pemahaman masyarakat penting. Tanpa keikutsertaan masyarakat pencinta olahraga, kiranya akan sulit prestasi secara nasional apalagi internasional dapat diraih.   

Apabila organisasi olahraga di tingkat nasional yang berurusan dengan pembinaan prestasi olahraga dapat disederhanakan, maka kemungkinan besar kegiatan di lapangan akan menjadi lebih lancar.   

Banyaknya organisasi berimplikasi pada pendanaan yang dibutuhkan untuk pembinaan termasuk melengkapi segala infrastruktur yang dibutuhkan. Kita tahu, ada banyak persoalan terkait pembinaan dan infrastruktur. Oleh karena itu, penting untuk mengambil langkah introspeksi terhadap pola organisasi yang ada. 

Hasil di SEA Games adalah sebuah pelajaran mahal yang harus dimaknai dengan cermat bila memang kita menghendaki perbaikan total terhadap prestasi para atlet kita.   

Kemampuan yang dimiliki atlet kita tidak usah diragukan lagi. Mereka membuktikan dirinya  tetap mampu meraih medali emas tanpa berbekal uang saku yang seharusnya menjadi hak dan kebutuhan mereka.  

Para pengelola olahraga adalah tempat masyarakat bertanya kini, mengapa dengan sekian banyak organisasi yang ada, prestasi olahraga justru menurun.   

Sudah bukan saatnya lagi mencari kesalahan di tempat lain atau di orang lain.   Yang perlu dilakukan sekarang ini adalah pembenahan ke dalam untuk segera bangun dan bangkit lagi meraih prestasi.  

Olahraga adalah simbol dari tampilan para anak muda bangsa generasi penerus yang harus dibekali dengan sebuah kebanggaan dan kerja keras yang berlandas pada kejujuran dan sportivitas. 

Saya ingin mengakhiri uraian ini dengan kalimat berikut:

Show me the heroes that the youth of your country look up to, and I will tell you the future of your country.”  (Idowu Koyenikan)

Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorHeru Margianto
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM