Hari Olahraga Nasional dan Introspeksi SEA Games 2017 Halaman 1 - Kompas.com

Hari Olahraga Nasional dan Introspeksi SEA Games 2017

Chappy Hakim
Kompas.com - 09/09/2017, 07:06 WIB
Atlet Indonesia Agus Prayogo menunjukkan catatan waktunya usai memenangkan nomor lari 10.000 meter putra SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (25/8/2017) malam. Agus berhasil menyabet medali emas dengan catatan waktu 30 menit 22,26 detik.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Atlet Indonesia Agus Prayogo menunjukkan catatan waktunya usai memenangkan nomor lari 10.000 meter putra SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (25/8/2017) malam. Agus berhasil menyabet medali emas dengan catatan waktu 30 menit 22,26 detik.

TANGGAL 9 September adalah Hari Olahraga Nasional.  Banyak orang berharap  prestasi nasional di bidang olahraga meningkat terus dari waktu ke waktu. 

Harapan ini agaknya jauh dari kenyataan melihat hasil yang diperoleh tim nasional Indonesia di SEA Games Kuala Lumpur baru-baru ini. Indonesia hanya mampu menempati posisi kelima perolehan medali di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura.

Dengan catatan prestasi yang jauh dari harapan, kita sebenarnya menanti sosok yang sporif.  Sosok yang tidak hanya meminta maaf, tapi berani mengatakan bahwa ia bertanggungjawab dan berjanji melakukan perbaikan agar prestasi yang tidak menggembirakan ini tak terulang kembali. 

Kebiasaan yang selama ini diperlihatkan adalah justru tampilnya pernyataan-pernyataan yang lagi-lagi menyebut “kambing hitam” sebagai penyebab utama. 

Tentu saja benar bahwa tidak ada gunanya lagi mencari siapa yang bersalah. Salah satu jiwa olahraga adalah sportivitas. Oleh karena itu, ke depan kita membutuhkan para pengelola olahraga yang berkepribadian sportif. 

Apakah pengelolaan olahraga di negeri ini sungguh sudah sportif? 

Beberapa kejadian berikut ini bisa menjadi cermin. Salah satunya adalah berita soal Sekjen Komite Olimpiade Indonesia yang menjadi tersangka kasus korupsi sosialisasi Asian Games 2018. Dunia olahraga kita belum bebas dari korupsi.

Baca: Sekjen KOI Tersangka Korupsi, Reputasi Indonesia Jadi Taruhan  
Baca juga: Pengakuan Sekjen KOI soal Kasus Korupsi Sosialisasi Asian Games 2018

Di pihak lain kita juga mendengar kabar soal para atlet yang belum menerima uang saku dan akomodasi. Kabar-kabar ini membuat kita ragu mengenai pengelolaan olahraga di negeri ini. 

Baca: Atlet Belum Dapat Uang Akomodasi, Kemenpora Minta Maaf

Dari pengamatan menyeluruh selama lebih kurang 10 -15 tahun terakhir, ada indikasi masalah mendasar dalam pengelolaan olahraga. Tak heran jika prestasi yang kita capai tidak membanggakan.

Masalah itu kemungkinan menjalar mulai dari fasilitas yang tersedia untuk berolahraga hingga metode pembinaan pada setiap cabang. Pemerintah perlu memberi perhatian.   

Di sisi lain faktor pengelolaan  pada  manajemen di tingkat nasional akan sangat menentukan keberhasilan pembinaan para olahragawan dalam konteks peningkatan prestasi.

Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorHeru Margianto
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM