Filipina Realistis Tentang Target Emas SEA Games - Kompas.com

Filipina Realistis Tentang Target Emas SEA Games

Kompas.com - 11/08/2017, 18:44 WIB
Kontingen Filipina di SEA Games Kontingen Filipina di SEA Games

MANILA, Kompas.com - Kontingen Filipina menganggap jumlah 50 medali emas di ajang SEA Games di Kuala Lumpur bulan ini, lebih realistis daripada angka 63 seperti yang diinginkan komite Olimpik negera tersebut.

Chef de Mission (CdM) kontingen, Cynthia Carrion-Norton mengakui angka 50 memang lebih realistis bila mengingat kekuatan kontingen negara kepulauan tersebut. "Para pengurus cabang olahraga menjanjikan angka 63 medali emas. Tetapi saya tidak berharap. Buat saya angka 50 lebih masuk akal.

Carrion-Norton menyebut seharusnya komite olimpik lebih reälistis menetapkan target. "Saya katakan jika mereka tidak yakin, turunkan (target)," katanya.

Filipina pernah meraih 113 medali emas saat menjadi tuan rumah SEA Games 2005. Namun perolehan medali kemudian merosot, bahkan mencapai titik terendah saat hanya meraih 29 emas di Singapura pada 2015.

Filipina berharap dapat mendulang emas melalui beberapa cabang seperti wushu, panahan serta taekwondo.  Mereka tidak berharap mendulang emas melalui renang, loncat indah atau olahraga yang tidak populer seperti hoki lapangan dan netball.

Carrion-Norton juga menyesalkan pencoretan beberapa cabang andalan Filipina seperti softball atau pun pengurangan medali di cabang tinju. Pada SEA Games sebelumnya, tinju menyediakan 11 medali emas, namun tahun ini dipotong hingga hanya 6 medali emas.

"Mereka juga mencoret cabang angkat besi puteri, padahal kami berpeluang melalui Hidilyn Diaz,"kata Carrion-Norton menyinggung nama atlet Filipina peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu.

Filipina akan mengirimkan 494 atlet ke Kuala Lumpur. Di SEA Games 2015 lalu, mereka menempati posisi 6 di bawah Indonesia. Filipina mengumpulkan 29 emas, 36 perak dan 66 perunggu.


EditorTjahjo Sasongko
Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional
Close Ads X