Bradley Pensiun Setelah Melihat Nasib Pacquiao - Kompas.com

Bradley Pensiun Setelah Melihat Nasib Pacquiao

Kompas.com - 10/08/2017, 18:54 WIB
Petinju Filipina, Manny Pacquiao (kiri) dan petinju Amerika Serikat, Timothy Bradley Jr, berpose setelah proses timbang badan di MGM Grand Garden Arena, Jumat (8/4/2016).CHRISTIAN PETERSEN/GETTY IMAGES/AFP PHOTO Petinju Filipina, Manny Pacquiao (kiri) dan petinju Amerika Serikat, Timothy Bradley Jr, berpose setelah proses timbang badan di MGM Grand Garden Arena, Jumat (8/4/2016).

LOS ANGELES, Kompas.com - Petinju Amerika Serikat, Timothy "Tim" Bradley memutuskan pensiun dari ring tinju setelah melihat pertarungan Manny Pacquiao dan Jeff Horn, Juni lalu.

Pacquiao dinyatakan kalah angka dari Horn dalam sebuah pertarungan yang ketat dan berdarah-darah di Suncorp Stadium, Brisbane, Australia.

Menyaksikan wajah Pacquiao yang berdarah-darah, Bradley langsung berpikir untuk segera mengakhiri karirnya di atas ring tinju. "Saya lihat Manny berdarah-darah dan menerima banyak pukulan. Saya langsung melihat kepada isteri saya dan langsung ingin berbicara dengannya,"kata Bradley.

"Saya ingin mengatakan saya tidak ingin terus bertarung untuk sekadar  mendapatkan bayaran. Saya punya prestasi di tinju. Saya akan mengakhirinya. Saya tidak ingin lagi tetap di sana dan menerima pukulan dari lawan. Cukup sudah,"kata Bradley.

Bradley saat ini telah berusia 33 tahun. Ia memiliki rekor bertarung 33 kali menang (13 KO), 2 kalah, 1 kali seri dan satu no contest. Ia telah menghadapi petinju-petinju hebat seperti Juan Manuel Marquez, Joel Casamayor dan tiga pertarungannya menghadapi Manny Pacquiao. Bradley menang dalam pertemuan pertama namun kalah dalam dua pertarungan selanjutnya.


EditorTjahjo Sasongko
Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional
Close Ads X