McGregor Dianggap Terlalu Jumawa - Kompas.com

McGregor Dianggap Terlalu Jumawa

Kompas.com - 08/08/2017, 23:25 WIB
Petarung UFC, Conor McGregor, sedang berjalan menuju arena pertandingan sambil membawa bendera Republik Irlandia, di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat, 10 November 2016.AFP/MICHAEL REAVES Petarung UFC, Conor McGregor, sedang berjalan menuju arena pertandingan sambil membawa bendera Republik Irlandia, di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat, 10 November 2016.

LOS ANGELES, Kompas.com - Mantan juara dunia tinju, Paulie Malignaggi mengaku tidak menyesal meninggalkan pusat latihan Conor McGregor yang tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi Floyd Mayweather Jr, 26 Agustus mendatang.

Malignaggi, 36, sebenarnya telah menyatakan pensiun dari ring tinju lima bulan lalu. Ia meninggalkan pusat latihan pekan lalu  dengan kecewa karena merasa diperlakukan tidak pantas oleh McGregor dan timnya. Malignaggi bahkan menyebut anggota tim McGregor hanyalah sekelompok penjilat.

Malignaggi menyebut dengan fasilitas penginapan yang buruk masih ditambah perlakuan McGregor yang cederung meremehkan para rekan berlatih, termasuk dirinya.

"Dia itu hanya kantong sampah," kata Malignaggi tentang McGregor.  Menurutnya, petarung asal Irlandia ini lebih senang memperhatikan hal remeh ketimbang mempersiapkan diri secara serius menghadapi Mayweather yang merupakan satu petinju terbaik di dunia.

"Orang ini (McGregor) sangat egois. Ia tidak pernah berusaha menjadi lebih baik.  Sementara di sudutnya hanya berisikan orang-orang penjilat yang selalu menyanjungnya dan tak pernah memberitahu sebenarnya," ungkap Malignaggi.

Malignaggi juga menyatakan kekecewaan terhadap pencitraan yang dibuat oleh tim McGregor tentang suasana latihan dan persiapan petarung ini. "Semua hanya lelucon. Saya pikir saya menjadi sasaran gurauan. saya tdiak pernah menyangka orang ini sangat menyebalkan."


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorTjahjo Sasongko
Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional
Close Ads X