Antusiasme Para Peserta Gowes di Pekanbaru - Kompas.com

Antusiasme Para Peserta Gowes di Pekanbaru

Nugyasa Laksamana
Kompas.com - 10/07/2017, 09:26 WIB
Gowes Pesona Nusantara kembali digelar setelah sempat diliburkan karena Hari Raya Idul Fitri. Kali ini, kegiatan digelar di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (8/7/2017).KEMENPORA Gowes Pesona Nusantara kembali digelar setelah sempat diliburkan karena Hari Raya Idul Fitri. Kali ini, kegiatan digelar di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (8/7/2017).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Tak kurang dari 2.000 orang memadati halaman kantor Walikota Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (8/7/2017), untuk mengikuti kegiatan Gowes Pesona Nusantara (GPN). Mereka bahkan sudah berkumpul sejak pukul 05.30 WIB.

Semua lapisan masyarakat ikut bersepeda sejauh 15 kilometer di Bumi Lancang Kuning. Selain itu, turut hadir pula berbagai komunitas sepeda dari 12 kabupaten Provinsi Riau.

"Kami datang dari perbatasan Provinsi Jambi. Kami mengayuh sepeda 8 jam dari Kabupaten Tembilahan  ke Pekanbaru untuk mengikuti Gowes Pesona Nusantara," kata Mohamad Ragil, pesepeda yang mengaku baru kali pertama mengunjungi Pekanbaru.

Baca: Gowes Pesona Nusantara Sambangi Lombok Barat

GPN bukan sekadar mengajak masyarakat berolahraga sepeda, tapi juga memperkenalkan destinasi budaya dan wisata di setiap daerah penyelenggara.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ini digelar di 90 kota dan kabupaten seluruh Indonesia dalam mengkampanyekan "Ayo Olahraga".

Tagline tersebut bertujuuan untuk mengajak masyarakat untuk hidup lebih sehat dengan berolahraga.

"Kegiatan ini membuat kita sadar akan pentingnya hidup sehat. Kami berharap usai kegiatan ini, masyarakat membentuk grup-grup atau komunitas bersepeda," ujar Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman susai melepas GPN.

Kesenian tradisional turut menghibur para peserta GPN, yakni tarian makan sirih (persembahan) yang merupakan tarian klasik Riau (Melayu) untuk menyambut dan menghormati tamu negara.

Selain itu, ada pula penyerahan air dan tanah yang menjadi tradisi GPN untuk nantinya dijadikan monumen Tanah Air Nusantara. Tanah dan air diambil dari sumur tua di Masjid Raya Senapelan atau Pekanbaru, Kamis (6/7/2017).

PenulisNugyasa Laksamana
EditorNugyasa Laksamana
SumberKemenpora
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM