Mengapa Lee Chong Wei Absen pada Australia Terbuka? - Kompas.com

Mengapa Lee Chong Wei Absen pada Australia Terbuka?

Kompas.com - 21/06/2017, 16:36 WIB
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Pemain tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei bertanding melawan pemain tunggal putra India, Prannoy Haseena Sunil Kumar pada pertandingan babak kedua BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Kamis (15/6/2017). Lee Chong Wei gagal melaju ke perempat final setelah kalah dengan skor 10-21 dan 18-21.

SYDNEY, KOMPAS.com - Tak ada nama Lee Chong Wei pada turnamen bulu tangkis Australia Terbuka 2017. Mengapa pebulu tangkis tunggal putra Malaysia tersebut absen?

Presiden Asosiasi Badminton Malaysia (BAM) Datuk Seri Mohamad Norza Zakaria membeberkan alasan di balik absennya sang atlet.

Menurut Datuk, Lee tak mau memaksakan diri ikut Australia Terbuka 2017 karena ingin tampil prima pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017 di Glasgow, Skotlandia, 21-27 Agustus mendatang.


"Lee Chong Wei memberitahu saya bahwa dia menarik diri dari Australia Terbuka karena ingin beristirahat dengan cukup agar fit untuk kejuaraan bulan Agustus," kata Datuk kepada Harian Metro.

Lee memang tak ingin persoalan cederanya terulang kembali. Pada Februari lalu, ia sempat mendapatkan cedera karena jatuh terpeleset saat berlatih di pusat latihan timnas Malaysia.

Alhasil, Lee nyaris gagal mengikuti turnamen All England 2017. Dia akhirnya memaksakan diri berpartisipasi pada ajang tersebut dan berhasil menjadi juara.

Pada turnamen BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017 yang bergulir pada pekan lalu, Lee terhenti pada babak kedua setelah dikalahkan pemain India, Prannoy Haseena Sunil Kumar, 10-21, 18-21.

Selain Lee, Viktor Axelsen (Denmark) dan Ihsan Maulana Mustofa (Indonesia) juga tak berpartisipasi pada Australia Terbuka 2017.


EditorPipit Puspita Rini
Komentar

Terkini Lainnya

Golkar Akui Butuh Waktu untuk Alihkan Dukungan Konstituen dari Prabowo kepada Jokowi

Golkar Akui Butuh Waktu untuk Alihkan Dukungan Konstituen dari Prabowo kepada Jokowi

Nasional
Diduga Gangguan Jiwa, Emak yang Gigit Polisi Dititipkan di Rumah Sakit

Diduga Gangguan Jiwa, Emak yang Gigit Polisi Dititipkan di Rumah Sakit

Regional
Golkar Optimistis Basis Pemilih Prabowo Akan Memilih Jokowi di 2019

Golkar Optimistis Basis Pemilih Prabowo Akan Memilih Jokowi di 2019

Nasional
Menengok Cantiknya 'Underpass' di Perempatan Lebak Bulus

Menengok Cantiknya "Underpass" di Perempatan Lebak Bulus

Megapolitan
'Pisang Seribu' di Sawangan Kerap Ditawar dengan Harga Ratusan Ribu

"Pisang Seribu" di Sawangan Kerap Ditawar dengan Harga Ratusan Ribu

Megapolitan
AS Bakal Berikan Paket Sanksi Baru ke Korea Utara

AS Bakal Berikan Paket Sanksi Baru ke Korea Utara

Internasional
Empat Tersangka dan Barang Bukti 1,6 Ton Sabu Dibawa ke Mabes Polri Hari Ini

Empat Tersangka dan Barang Bukti 1,6 Ton Sabu Dibawa ke Mabes Polri Hari Ini

Regional
Karena Permintaan Sang Ayah, Terpidana Ini Lolos dari Hukuman Mati

Karena Permintaan Sang Ayah, Terpidana Ini Lolos dari Hukuman Mati

Internasional
Anies Tak Ragu Tutup 36 Diskotek jika Terbukti Edarkan Narkoba

Anies Tak Ragu Tutup 36 Diskotek jika Terbukti Edarkan Narkoba

Megapolitan
Dhawiya dan Kekasih, Senasib Bersama hingga di Penjara...

Dhawiya dan Kekasih, Senasib Bersama hingga di Penjara...

Megapolitan
Dilaporkan ke Polisi soal Penutupan Jatibaru, Anies Lempar Senyum

Dilaporkan ke Polisi soal Penutupan Jatibaru, Anies Lempar Senyum

Megapolitan
Memprihatinkan, Nenek 80 Tahun Bertahan Hidupi Dua Anaknya yang Gangguan Jiwa

Memprihatinkan, Nenek 80 Tahun Bertahan Hidupi Dua Anaknya yang Gangguan Jiwa

Regional
Ganjil Genap di Tol, Ini Perkiraan Efeknya bagi Lalu Lintas dari Bekasi

Ganjil Genap di Tol, Ini Perkiraan Efeknya bagi Lalu Lintas dari Bekasi

Megapolitan
Bisa Berjalan Lagi, Jadi Impian Besar Pria Tergemuk di Dunia

Bisa Berjalan Lagi, Jadi Impian Besar Pria Tergemuk di Dunia

Internasional
Kisah Pensiunan Bawaslu Hasilkan Miniatur Cantik Berbahan Limbah

Kisah Pensiunan Bawaslu Hasilkan Miniatur Cantik Berbahan Limbah

Regional
Close Ads X