Dokter Masih Tunggu Kondisi Hayden Stabil untuk Melakukan Operasi - Kompas.com

Dokter Masih Tunggu Kondisi Hayden Stabil untuk Melakukan Operasi

Kompas.com - 18/05/2017, 16:24 WIB
JOSE JORDAN/AFP PHOTO Pebalab Repsol Honda asal Amerika Serikat, Nicky Hayden, berbicara dengan mekanik di pit saat tes di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, 1 November 2006.

CESENA, KOMPAS.com - Dokter di Rumah Sakit Bufalini, Cesena, Italia, belum berani melakukan operasi terhadap Nicky Hayden (35) yang mengalami kecelakaan pada Rabu (17/5/2017).

Mantan pebalap MotoGP asal Amerika Serikat tersebut tertabrak mobil saat berlatih sepeda di Riccione-Tavoleto, sebelah selatan daerah Rimini, Italia.

Dia sempat dirawat di rumah sakit lokal di Rimini sebelum dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar di Cesena. Hayden mengalami luka serius di bagian dada dan kepala.


Pada Rabu sore waktu setempat, dokter rumah sakit mengatakan bahwa Hayden mengalami edema serebral atau peningkatan jumlah air di dalam otak karena adanya peradangan.

Baca juga: Nicky Hayden Dipindahkan ke Rumah Sakit di Cesena

Para dokter sepenuhnya menyadari bahwa Hayden harus dioperasi untuk mengurangi tekanan di kepala.

Namun, kondisi Hayden yang belum stabil membuat mereka harus menunda proses operasi.


Pada Kamis (18/5/2017) pagi waktu setempat, pihak rumah sakit mengabarkan bahwa kondisi Hayden masih belum banyak berubah.

"Tidak ada perbuhan besar dari yang kami informasikan kemarin malam. Nicky Hayden masih dirawat di ruang intensif, dan secara klinis masih dalam kondisi sangat serius," demikian pernyataan dari rumah sakit.

Hayden merupakan juara dunia MotoGP 2006. Dia meninggalkan MotoGP pada akhir 2015 dan beralih ke World Superbike bersama Honda hingga sekarang.

 

Te mando toda la fuerza del mundo Nicky! / My thoughts are with you @nicky_hayden!???? #yorespetoencarretera #cadenacambio #GoNicky

A post shared by Marc Márquez (@marcmarquez93) on May 17, 2017 at 10:08am PDT


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPipit Puspita Rini
Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional
Close Ads X