Nicky Hayden Masih dalam Kondisi Serius - Kompas.com

Nicky Hayden Masih dalam Kondisi Serius

Kompas.com - 18/05/2017, 13:05 WIB
SAEED KHAN/AFP PHOTO Pebalap Repsol Honda asal Amerika Serikat, Nicky Hayden, bersiap di grid sebelum start balapan GP Australia, di Sirkuit Phillip Island, Minggu (23/10/2016). Hayden menggantikan Dani Pedrosa yang cedera.

CESENA, KOMPAS.com - Pebalap World Superbike asal Amerika Serikat, Nicky Hayden (35), saat ini masih dalam kondisi sangat serius dan dirawat di Rumah Sakit Bufalini, Cesena, Italia.

Juara dunia MotoGP 2006 tersebut ditabrak mobil saat berlatih sepeda di Riccione-Tavoleto, sebelah selatan daerah Rimini, Italia, Rabu (17/5/2017) sore waktu setempat.

"Pebalap (Hayden) dalam kondisi yang sangat serius dan sekarang sudah dipindahkan ke ruang perawatan intensif," kata dokter Senni, perwakilan rumah sakit, dalam berita yang dirilis gpone.com.


Setelah kecelakaan, Hayden langsung mendapatkan perawatan di lokasi. Dia lalu dibawa di rumah sakit terdekat yang ada di Rimini.

Baca juga: Ucapan Empati Mengalir untuk Nicky Hayden

Beberapa jam kemudian dia dipindahkan ke rumah sakit di Cesena untuk menjalani perawatan dan kemungkinan operasi. Dia dikabarkan mengalami luka serius di bagian dada dan kepala.

 

Hey mate, we all know you can fight?????My thoughts are with you and your family???????? #69

A post shared by Stefan Bradl (@stefanbradl6) on May 17, 2017 at 11:41am PDT


Menurut superbikeplanet.com, rumah sakit ini merupakan tempat yang sama di mana Wayne Rainey dirawat setelah mengalami kecelakaan saat balapan 500cc di Sirkuit Misano, Italia, pada 1993.

Kecelakaan itu membuat pebalap Amerika Serikat tersebut lumpuh dan tidak bisa ikut balapan lagi.

Rainey merupakan pemegang tiga gelar juara dunia kelas premier (500cc) yakni pada 1990, 1991, dan 1992.

 

Miles W/ the Mayor of Misano @denispazzaglini

A post shared by Nicky Hayden (@nicky_hayden) on May 16, 2017 at 1:11pm PDT


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPipit Puspita Rini
Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional
Close Ads X