Mengapa Toro Rosso Pilih Sean Gelael? - Kompas.com

Mengapa Toro Rosso Pilih Sean Gelael?

Kompas.com - 21/04/2017, 15:51 WIB
PIPIT PUSPITA RINI/KOMPAS.COM Team Principal Toro Rosso Franz Tost (kiri) berbicara tentang pebalap Indonesia, Sean Gelael (tengah) dalam acara Paddock Party di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebalap Indonesia, Sean Gelael, mendapat kesempatan istimewa memacu mobil Formula 1 pada tes di Sirkuit Internasional Bahrain, Sakhir, Selasa (18/4/2017).

Sean selama sehari menjadi pebalap penguji tim Formula 1, Scuderia Toro Rosso. Dia memacu STR12 yang biasa dipakai pebalap Toro Rosso asal Rusia, Daniil Kvyat.

"Sean pebalap muda yang bagus. Saya bertemu dia tahun lalu di Abu Dhabi (November). Dia juga sempat datang ke markas kami," kata Team Principal Toro Rosso Franz Tost di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Tost datang ke Jakarta untuk mengumumkan secara resmi seputar keputusan Toro Rosso memilih Sean sebagai pebalap penguji mereka di tiga kesempatan.

Sebelum menggaet Sean sebagai pebalap penguji, Tost mengaku beberapa kali melihat hasil tes simulator yang dilakukan pebalap 20 tahun tersebut.

Setelah berdiskusi dengan beberapa petinggi tim, termasuk Christian Horner (Team Principal Red Bull Racing), Sean pun ditawari kesempatan istimewa tersebut.


Setelah di Bahrain, Sean akan kembali memacu mobil Toro Rosso pada tes di Sirkuit Hungaroring (Budapest, Hungaria) dan Sirkuit Yas Marina (Abu Dhabi).

"Sean pebalap yang kuat. Dia tidak terlihat lelah setelah menjalani tes seharian di Bahrain, yang berberti fisiknya bagus," kata Tost.

"Performanya bagus, lap time-nya bagus, dan dia juga memberi feedback yang sangat bagus buat tim. Menurut saya, itu yang penting," ujar pria yang pernah menjadi pebalap F1 tersebut.

Saat tes di Bahrain, Sean melakukan total 78 lap. Putaran terbaiknya adalah 1 menit 33,865 detik.

Menjadi pebalap penguji Toro Rosso bukanlah tugas utama Sean musim ini. Pebalap 20 tahun tersebut saat ini tergabung di tim pertamina Arden dan bersaing di ajang Formula 2.

Tost berharap Sean tetap bisa menjaga konsetrasi sepanjang musim ini dan melanjutkan apa yang sudah dia mulai dan lakukan sebelumnya.

"Saya berharap dia bisa kompetitif di Formula 2 karena itu sangat penting. Dia sukses melakukan tes bersama kami. Kita lihat nanti apa yang akan terjadi," kata Tost.


Sean sudah menjalani seri pertama F2 2017 pada GP Bahrain, akhir pekan kemarin. Hasilnya memang belum sesuai harapan karena ada beberapa kesalahan yang seharusnya tidak terjadi.

Sean menutup dua balapan GP Bahrain dengan selalu finis di urutan ke-17.

"Arden tim yang bagus, mobil mereka kompetitif. Norman (Nato) sudah membuktikannya dengan naik podium pada balapan pertama," ujar Tost.

Nato merupakan pebalap Perancis yang kini menjadi rekan satu tim Sean. Pada balapan pertama GP Bahrain, Sabtu (15/4/2017), dia finis di urutan kedua.

Besoknya, Minggu (16/4/2017), dia gagal finis pada balapan kedua karena mengalami insiden di tikungan 7 lap pertama.

Nato dan Sean akan kembali beraksi pada seri kedua di Circuit de Barcelona-Catalunya, 12-14 Mei.

 

It is a dream come true ???????? good test day today @officialtororosso ???????? #DontJudgeSoFast #WorkInSilence

A post shared by Sean Gelael (@gelaelized) on Apr 18, 2017 at 8:21am PDT

EditorPipit Puspita Rini
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM