Pencak Silat dan Wushu Tetap Dipertandingkan di Asian Games - Kompas.com

Pencak Silat dan Wushu Tetap Dipertandingkan di Asian Games

Kompas.com - 20/04/2017, 17:19 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Atlet wushu, Lindswell Kwok, mempersembahkan medali emas untuk kontingen Sumatera Utara dari nomor Taiji Jian dan Taiji Quan, Senin (19/9/2016).

JAKARTA, Kompas.com - Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) 2018 masih menunggu keputusan Dewan Olimpiade Asia (OCA) terkait jumlah cabang olahraga yang disetujui dalam pesta olahraga tertinggi di Asia itu.

"Kami masih menunggu keputusan OCA, karena mereka harus membahas jumlah cabang olahraga itu bersama negara-negara anggotanya. Tapi, jumlah cabang olahraga pasti ada penurunan," kata Presiden INASGOC Erick Thohir di Jakarta, Kamis.

Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Pengarah Asian Games, lanjut Erick, telah bertemu dengan Presiden OCA Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah pada Selasa (18/4) malam terkait penyelenggaraan Asian Games ke-18 itu.

Dalam pertemuan itu, OCA berkukuh 28 cabang olahraga dalam Olimpiade Rio 2016 tidak dapat dikurangi. "Tapi, mereka akan pelajari cabang olahraga yang ada dalam Olimpiade Tokyo 2020," ucap Erick.

Cabang-cabang olahraga Olimpiade Tokyo 2020 yang masih dipertimbangkan OCA dalam Asian Games 2018 adalah selancar air (surfing) dan skateboard/rollerblade.

"Untuk cabang-cabang olahraga regional seperti kabaddi, kriket, squash, sepak takraw, dan bola boling, OCA masih merasa tumpang tindih pada kabaddi dan kriket. Dua cabang itu berasal dari Asia Selatan," ujar Erick.

OCA juga masih meninjau cabang-cabang olahraga bela diri seperti sambo, kurash, dan jiujitsu. Maka, cabang bela diri yang masih dipertahankan adalah pencak silat dan wushu.

Meskipun masih menunggu surat resmi dari OCA tentang jumlah cabang olahraga Asian Games, Wapres Jusuf Kalla telah meminta pengurangan jumlah pertandingan dalam Asian Games 2018 menjadi 431 pertandingan.

"Mengacu Olimpiade Tokyo 2020, konsep penyelenggaraan kejuaraan olahraga di dunia itu bukan lagi menghitung jumlah cabang olahraga melainkan jumlah pertandingan," tutur Erick yang juga menjabat Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu.

INASGOC, menurut Erick, akan memberikan laporan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) terkait peluang medali Indonesia dari jumlah cabang olahraga yang telah disepakati OCA dalam Asian Games 2018.

"Kami juga akan berkomunikasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta para gubernur di DKI Jakarta, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat. Jangan sampai mereka telah membangun gelanggang, tapi pertandingannya malah batal," katanya.

EditorTjahjo Sasongko
SumberANTARA,
Komentar
Close Ads X