Strategi Khusus Rafid Topan pada Balapan Kedua Kelas Sport 250cc - Kompas.com

Strategi Khusus Rafid Topan pada Balapan Kedua Kelas Sport 250cc

Kompas.com - 19/03/2017, 17:42 WIB
KOMPAS.COM/NUGYASA LAKSAMANA Pebalap Yamaha IRC KYT Crimpie Syafina Racing Team, Rafid Topan Sucipto, berpose dengan trofi kemenangannya pada balapan kedua kelas Sport 250cc seri pertama Indospeed Race Series (IRS) 2017 di Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Minggu (19/3/2017).

BOGOR, KOMPAS.com - Pebalap Yamaha IRC KYT Crimpie Syafina Racing Team, Rafid Topan Sucipto, menilai performa motornya kurang maksimal saat balapan kedua kelas Sport 250cc seri pertama Indospeed Race Series (IRS) 2017, Minggu (19/3/2017).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Rafid punya strategi khusus supaya tetap tampil sesuai ekspektasi. Hal itulah yang mengantarkan dia ke podium pertama pada balapan tersebut.

Rafid finis urutan terdepan dengan catatan waktu 21 menit 15,058 detik. Adapun posisi kedua dan ketiga diraih oleh Wilman Hammar dan Imanuel Putra Pratna.

"Tadi memang persaingannya cukup ketat. Waktu saya untuk setting motor cuma tiga hari. Power motor saya juga masih kalah dengan motornya Imanuel," kata Rafid seusai balapan.

"Strategi saya adalah tampil konstan dengan mengambil waktu terbaik pada setiap lap. Jadi, total waktu saya pun paling cepat," kata pemuda 22 tahun kelahiran Jakarta itu.

Pada balapan ini, Rafid menggunakan motor Yamaha YZF R25. Ia berharap kekuatan motornya bisa semakin baik.

"Jujur, motor saya sekarang masih kurang. Kalau ada waktu sekitar dua hari lagi, mungkin motor saya bisa lebih cepat," tutur Rafid.

Rafid termasuk salah satu pebalap kebanggaan Indonesia. Tahun lalu, ia mengikuti balapan CEV International Championship.


EditorNugyasa Laksamana
Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional
Close Ads X