Rabu, 29 Maret 2017

Olahraga

Mengapa David Sitanala Memilih Formula 4 China?

Jumat, 10 Maret 2017 | 17:52 WIB
PIPIT PUSPITA RINI/KOMPAS.COM Pebalap Indonesia, David Juliano Sitanala (tengah), melakukan swafoto bersama ibunya, Reita Maspaitella (kiri), dan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi di Wisma Menpora, Jakarta, Jumat (10/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu lagi pebalap muda yang siap mengharumkan nama Indonesia di dunia balap Internasional. Dia adalah David Juliano Sitanala.

Pebalap 17 tahun asal Maluku ini akan turun pada Formula 4 China dengan memperkuat tim Champ Motorsport.

"Persaingan di F4 China bukan hanya antar-pebalap, tetapi juga antar-tim, jadi persaingan akan lebih menantang. Jumlah pesertanya juga lumayan banyak," kata David kepada KOMPAS.com, Kamis (9/3/2017).

Mesin mobil yang dipakai semua pebalap F4 China akan sama. Setiap tim bisa menentukan setting terbaik yang akan mendukung pebalap melaju cepat.

Champ Motorsport yang diperkuat David merupakan tim yang diperkuat pebalap juara pada musim lalu. Hingga saat ini, hanya ada dua pebalap yang terdaftar di tim asal China tersebut.

Selama menjalani persaingan musim ini, David akan didampingi pelatih balap asal Kanada, Julio Acosta, yang juga merupakan juara F4 China 2015.


Selain soal persaingan pebalap dan tim, David juga ada pertimbangan lain mengapa memilih F4 China. Alasan ini berkaitan dengan sponsor.

"Animo masyarakat China yang tinggi juga jadi salah satu pertimbangan utama kenapa saya akhirnya memilih F4 China," kata David.

Sponsor utama yang mendukung David menjalani musim pertama balap formula ini adalah Pemeritah Daerah (Pemda) Maluku.

Kepopuleran balap F4 China akan membantu David dan Pemda Maluku mewujudkan misi mereka untuk semakin memomulerkan potensi wisata yang ada di Ambon dan sekitarnya.

David memang butuh biaya besar untuk ikut F4 China. Untuk balapannya saja, diperlukan dana sekitar Rp 1,250 miliar.

Nilai tersebut belum termasuk saat menjalani private test dan kebutuhan lain. Karena hal itulah David dan manajemennya hingga saat ini masih berusaha mendapatkan sponsor tambahan.

Menjalani musim 2017 sebagai rookie jelas jadi tantangan tersendiri bagi David. Adaptasi dengan mobil dituntut cepat dengan jumlah latihan yang terbatas.

"Sebelum turun balapan, idealnya David 15 hari mencoba mobil. Bulan lalu, dia baru turun tiga hari, dan minggu depan dua hari. Jadi, dia baru akan lima hari mencoba mobil," kata Stanley Iriawan, manajer David.

David akan menjalani private test keduanya di Sirkuit Internasional Zhuhai pada 13-14 Maret. Dia akan berangkat ke China pada Sabtu (11/3/2017).



Editor : Pipit Puspita Rini
TAG: