Kalah Agresif, Praveen/Debby Kehilangan Gelar - Kompas.com

Kalah Agresif, Praveen/Debby Kehilangan Gelar

Kompas.com - 09/03/2017, 10:51 WIB
badmintonindonesia Debby Susanto/Praveen Jordan

BIRMINGHAM, Kompas.com - Juara bertahan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto gagal mempertahankan gelarnya di All England Open 2017 disingkirkan Yuta Watanabe/Arisa Higashino, Jepang, dan kalah 17-21, 21-19 dan 12-21.

Di atas kertas, Jordan/Debby yang duduk di peringkat lima dunia masih lebih diunggulkan dari lawan, yang menghuni peringkat dua puluh dunia. Namun faktor terlambat in di awal game pertama, dikatakan Jordan/Debby menjadi penyebab kekalahannya kali ini.

“Kami terlambat start di gim pertama tadi, jadinya nggak enak terus di lapangan. Padahal itu bagian yang penting. Kalau kami bisa main lebih baik dari awal, lawan pasti tidak akan berkembang. Hari ini kami tampil underperform,” kata Jordan.

“Kami mainnya kalah agresif dan mengontrol pukulan. Karena kalah agresif, kami jadi kebawa pola permainan lawan,” ujar Debby.

Hasil ini tentunya tidak sesuai harapan pasangan besutan klub Djarum Kudus tersebut. Padahal persiapan yang cukup matang sudah dijalani Jordan/Debby sejak awal tahun 2017 ini.

“All England jadi salah satu target kami tahun ini. Persiapannya juga kurang lebih sudah dua bulan. Tapi ternyata kami memang belum bisa tampil maksimal,” jelas Jordan. “Setelah ini kami akan tampil di Swiss Open. Kami harus bisa main lebih baik, karena di sini kami kehilangan banyak poin,” kata Debby menambahkan.

Selain Jordan/Debby, dua juara bertahan lainnya juga sudah gugur di babak pertama. Tunggal putri Nozomi Okuhara asal Jepang, dikalahkan pemain India, Saina Nehwal. Sedangkan juara ganda putra All England tahun lalu, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov dari Rusia, menyerah dua game langsung dari pasangan Denmark, Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding.

EditorTjahjo Sasongko
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM