Bellaetrix Belum Bisa Bermain di BIOSSP 2015 - Kompas.com

Bellaetrix Belum Bisa Bermain di BIOSSP 2015

Kompas.com - 25/05/2015, 21:41 WIB
KOMPAS.COM/LAILA RAHMAWATI Tunggal putri Indonesia, Bellaetrix Manuputty, memberikan keterangan seusai pertandingan babak pertama BCA Indonesia Open Superseries Premier 2014, Rabu (18/6/2014).
JAKARTA, Kompas.com - Cedera lutut kaki kiri membuat Bellaetrix Manuputty tak cuma absen membela tim Indonesia di SEA Games 2015, tetapi juga ajang BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015. Pemain spesialis tunggal putri ini harus memendam keinginan untuk beraksi di hadapan publik Istora yang luar biasa.

Hasil pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) menyatakan serabut otot lutut kiri Bellaetrix mengalami lebam dan harus diistirahatkan.

"Bella harus istirahat tiga bulan dan tidak bisa tampil di Indonesia Open dan SEA Games 2015. Memang sangat disayangkan, tapi inilah faktanya. Daripada semakin parah, lebih baik Bella memulihkan cederanya dulu," kata Ricky Soebagdja, Kasubid Pelatnas PBSI yang dijumpai di konferensi pers BIOSSP 2015 di Hotel Kempinski, Senin (25/5).

Cedera Bellaetrix diawali pada laga Piala Sudirman 2015 saat ia bertanding melawan Li Xuerui dari Tiongkok. Bellaetrix terjatuh dan lutut kirinya mengalami cedera hingga ia harus mundur.

Sudah satu minggu mendapatkan perawatan pasca kembali ke Tanah Air, dampak cedera ini masih menghantui Bellaetrix hingga akhirnya ia harus kehilangan jatah bertanding di dua turnamen berkelas. Tak hanya itu, pebulutangkis cantik ini juga tak dapat beraksi di turnamen bulutangkis selama tiga bulan.

“Proses penyembuhan Bella ada beberapa tahapan yang tidak bisa dibilang sebentar. Pertama, lebam di otot kakinya harus disembuhkan dulu, dikembalikan posisinya karena sempat bergeser, lalu mulai fisioterapi baru penguatan kembali,” jelas Achmad Budiharto, Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI.

Absen dalam kurun waktu cukup lama tentunya dapat mempengaruhi posisi Bellaetrix yang merupakan salah satu andalan tunggal putri ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016 selain Linda Wenifanetri. Jelang pesta olahraga terakbar tersebut, seluruh pemain bulutangkis dunia tengah berlomba-lomba mengikuti kejuaraan guna berebut poin sebanyak-banyaknya agar lolos kualifikasi.

"Masih banyak turnamen yang bisa dikejar oleh Bella. Perhitungan tiga bulan itu kan secara medis, tetapi semua tergantung atletnya sendiri," imbuh Ricky.

“Memang ini sebuah kerugian buat PBSI, tetapi ini kan musibah. Tentunya berat buat Bella untuk mengejar poin ke olimpiade jika ia harus istirahat cukup lama. Namun kami akan tetap mendampingi Bella untuk terus berusaha maksimal memulihkan cederanya. Misalnya, jika lututnya belum boleh diforsir, maka Bella bisa latihan upper body dengan memukul bola dulu,” ungkap Budiharto.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorTjahjo Sasongko
Komentar