Selasa, 22 Juli 2014

News / Olahraga

Indonesia Pimpin Perolehan Medali ISG

Kamis, 26 September 2013 | 00:39 WIB
KOMPAS.COM/IDRIS SUPRIADI Eko Yuli Irawan bersiap mengangkat beban saat latihan rutin, di Senayan, Jakarta, Selasa (30/7/2013)


PALEMBANG, KOMPAS.com — Tiga emas dari cabang angkat besi dan satu emas dari kolam renang mengangkat posisi tuan rumah Indonesia ke puncak perolehan medali, menggeser Mesir pada pertandingan hari keempat Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 di Palembang, Rabu (25/9/2013).
    
Indonesia, yang sehari sebelumnya berada di peringkat kedua karena kalah selisih satu medali dari Mesir yang berada di puncak, pada pertandingan Rabu berbalik mengungguli negara yang dilanda konflik berdarah itu, juga dengan selisih satu emas.
    
Secara total, Indonesia telah meraup sepuluh emas, enam perak, dan 12 perunggu, diikuti Mesir dengan sembilan emas, sepuluh perak, dan sembilan perunggu. Sementara Turki yang pada hari pertama sempat memimpin tergeser ke posisi ketiga (7-7-15).
     
Tiga medali emas angkat besi dipersembahkan peraih perunggu Olimpiade London 2012, Eko Yuli Irawan, di kelas 62 kg putra, Sinta Darmariani (63 kg), dan Deni di kelas 69 kg putra.
      
Eko berhasil mengangkat barbel dengan berat total 299 kg, masing-masing angkatan snatch 140 kg serta clean and jerk 165 kg, sementara Sinta tidak tertahankan untuk meraih medali emas dengan total angkatan 202 kg (snatch 90 kg dan clean and jerk 112 kg).
      
Lifter Deni melengkapi keperkasaan tuan rumah Indonesia dengan mencatat total angkatan 327 kg, yakni snatch (146 kg) dan clean and jerk seberat 181 kg.
     
Dengan tambahan tiga medali emas, cabang angkat besi untuk sementara menjadi penyumbang emas terbanyak bagi kontingen Indonesia, yaitu enam medali emas, dua perak, dan satu perunggu.
    
Manager Tim Angkat Besi Indonesia Dirdja Wihardja mengatakan, dirinya sempat khawatir Eko gagal pada angkatan pertama dan kedua di clean and jerk, mengingat lifter Mesir Ahmed saingan terberatnya berhasil mengangkat 159 kg pada angkatan pertama dan meminta ditambah 10 kg berat barbelnya.
     
Namun, Eko dengan pengalamannya sebagai peraih medali perunggu Olimpiade berhasil mengalahkan lifter asal Mesir tersebut. "Selain itu, jam terbang Eko Yuli juga cukup matang mengingat telah mengikuti dua kali Olimpiade. Peluang sedikit pun masih dimanfaatkan oleh Eko," katanya.

Sementara satu emas dari kolam renang diraih Triady Sidiq yang berjaya di nomor  100 meter gaya kupu-kupu putra dengan membukukan catatan waktu 53,18 detik, mengungguli Marwan Hellal (Mesir) 54,80 detik, dan Yevgeniy Lazuka (Azerbaijan) 55,59 detik.
    
Selain satu emas, para perenang Indonesia juga menyumbang dua perak melalui Raina Saumi (1.500 meter gaya bebas putri) dan Yessy Yosaputra (200 meter gaya punggung putri), serta satu perunggu di nomor 800 meter gaya bebas putri estafet (Kathriana Mella, Iffy Nadia Fahmiruwhanti, dan Ressa Kania Dewi)
     
Indonesia yang pada awalnya hanya menargetkan miminal mencapai peringkat kesepuluh perolehan medali total masih berpeluang untuk menambahkan medali, di antaranya melalui tenis lapangan nomor beregu putra dan putri yang akan bertanding di final, Kamis (26/9).
     
Cabang lain yang berpotensi meraup emas adalah bulu tangkis, panahan, taekwondo, dan wushu.
     
Pada ISG perdana di Arab Saudi pada 2005, Indonesia hanya mampu menempati peringkat ke-18 karena hanya mampu membawa pulang satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Emas semata wayang kontingen Indonesia diraih oleh Basuki Nugroho dari cabang taekwondo.

Editor : Tjahjo Sasongko
Sumber: Antara