Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Tunggal Putra Pelatnas Terhenti di Babak Kedua Astec Open

Kompas.com - 04/09/2013, 09:16 WIB
Norma Gesita

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua tunggal putra pelatnas, Anthony Sinisuka Ginting dan Thomi Azizan Mahbub, gagal melaju ke babak ketiga setelah terhenti di babak kedua Prim-A Astec Open IX Badminton Championships 2013, di Gelanggang Olahraga Asia Afrika, Jakarta, Selasa (3/9/2013).

Anthony kalah dari unggulan pertama, Senatria Agus Setia Putra, dari klub SGS PLN,  dua game langsung 19-21, 18-21. Disusul oleh unggulan keempat, Thomi, yang disingkirkan pemain non unggulan asal klub Exist Jakarta, Rohmat Abdul Rohman,  14-21, 21-19, 19-21.

"Senatria memang mantan senior saya waktu di klub. Sampai sekarang, senior yang membuat saya penasaran ya dia. Ini pertama kali kami bertemu di lapangan," kata Anthony yang baru masuk pelatnas tahun ini, usai pertandingan.

Setelah kekalahan Anthony dan Thomi, Setyaldi Putra Wibowo berhasil menjadi wakil pertama pelatnas yang lolos ke babak ketiga. Setyaldi mengalahkan lawannya dari klub Djarum Kudus, Rudi Cahyadi Budhiawan, dengan skor 21-15, 21-9.

Kemenangan ini diikuti rekannya, Rifan Fauzin Ivanudin, yang berhasil menumbangkan pemain dari klub Candra Wijaya, Christeven Howard, dua game langsung 21-14, 21-9.

"Sebenarnya targetnya selalu yang maksimal. Kalau sudah turun di kejuaraan nasional, pemain pelatnas mau tidak mau harusnya juara. Tapi pemain yang diturunkan di turnamen ini seharusnya main di kelas taruna, jadi tidak mudah juga bagi mereka turun di kelas dewasa," jelas pelatih tunggal putra Pelatnas, Marleve Mainaky, saat ditemui usai pertandingan. .

Astec Open ini terselenggara atas usaha legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti dan Alan Budikusuma. Turnamen ini memasuki penyelenggaraan yang kesembilan dan diikuti 1300 atlet dari 15 provinsi, dengan pembagian lima kategori yakni usia anak-anak, pemula, remaja, taruna, dan dewasa, dengan hadiah total 200 juta rupiah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com