Rabu, 30 Juli 2014

News / Olahraga

Sharapova, Atlet Putri dengan Pendapatan Terbesar di Dunia

Selasa, 6 Agustus 2013 | 16:33 WIB
AP/ANJA NIEDRINGHAUS Petenis Rusia, Maria Sharapova, mengembalikan bola dari petenis Perancis, Kristina Mladenovic, pada babak pertama Wimbledon, Senin (24/6/2013).
KOMPAS.com —Menjadi atlet buat perempuan adalah tantangan tersendiri. Di beberapa cabang olahraga, atlet putra memang lebih banyak mendapatkan penghasilan. Namun, di tenis, atlet putri bisa berbesar hati karena sejak 2007 baik atlet putra maupun putri mendapat kesempatan bayaran yang sama.

Tahun ini, Forbes menempatkan petenis asal Rusia, Maria Sharapova, sebagai atlet putri dengan pendapatan terbesar di dunia. Uang senilai 29 juta dollar AS yang diperolehnya merupakan gabungan dari hadiah memenangkan pertandingan sebagai bintang iklan untuk sejumlah produk serta pendapatan atas penampilannya di lapangan selama Juni 2012 hingga Juni 2013.

Sharapova meraih gelar turnamen Grand Slam pertama di Wimbledon ketika berusia 17 tahun. Dia menjadi duta untuk produk Nike, Head, Samsung Electronics, Tag Heuer, dan Evian. Dia juga mendapat kesepakatan kontrak tiga tahun dengan Porsche, April lalu. Kemenangan di French Open 2012 membuatnya makin kaya.

Selain dari tenis dan menjadi duta iklan, Sharapova juga merilis usaha permen, Sugarpova, pada 2012, dengan modalnya sendiri. Permen ini sudah dijual di 15 negara dan penjualannya mencapai 1,5 juta permen pada tahun pertama.

Serena Wiliams menjadi atlet putri dengan pendapatan yang juga besar, yakni 20,5 juta dollar, dengan rincian 8,5 juta dollar dari hadiah, dan 12 juta dollar dari sponsor Nike, Wilson, Gatorade, dan OPI. Petenis Amerika Serikat ini menempati urutan dua atlet putri terkaya.

Di tempat ketiga, secara mengejutkan, ada petenis asal China, Li Na. Dia memperoleh pendapatan 18,2 juta dollar, termasuk hadiah atas kemenangannya senilai 3,2 juta dollar. Seperti Sharapova, Li juga mendapat banyak penghasilan berkat endorsement sejumlah produk, di antaranya Samsung dan Mercedes-Benz.

Sepertinya, menjadi atlet bukan sekadar soal prestasi, melainkan juga tentang penghasilan yang menggiurkan.


Penulis: Rahman Indra
Editor : Pipit Puspita Rini
Sumber: forbes.com