Rabu, 3 September 2014

News / Olahraga

Dimas, Kekuatan Termuda Pasukan Voli Indonesia

Selasa, 30 Juli 2013 | 13:40 WIB
KOMPAS.COM/IDRIS SUPRIADI Atlet voli Indonesia, Dimas Saputra Pratama, bersantai setelah menjalani latihan rutin di Padepokan Voli, Sentul, Jawa Barat, Senin (29/7/2013).

SENTUL, KOMPAS.com - Di antara barisan pemain muda yang kini menghuni pelatnas bola voli putra Indonesia untuk SEA Games 2013 Myanmar, Desember mendatang, Dimas Saputra Pratama cukup menarik perhatian. Pria kelahiran Samarinda, 4 November 1995 ini, adalah pemain termuda di timnas voli Indonesia.

Nama Dimas melejit saat memperkuat Jakarta BNI 46 pada gelaran Proliga, tahun ini.  Dimas memang gagal membawa timnya juara, setelah kalah dari Palembang Bank Sumsel di final. Tapi pemain setinggi 188 sentimeter ini terpilih sebagai best spiker.

Dimas kini jadi salah satu pemain muda yang paling banyak diincar. Tak heran jika dia dipanggil untuk memperkuat Merah Putih. “Saya senang banget dipanggil untuk SEA Games. Tanpa pikir-pikir lagi saya langsung berangkat ke sini (Padepokan Voli),” ucap Dimas, saat ditemui di Padepokan Voli, Sentul, Bogor, Senin (29/7/2013).

Dengan status sebagai pemain termuda, Dimas tak merasa grogi atau deman panggung. Baginya, masuk pelatnas adalah kesempatan untuk belajar dan menempa diri sebaik mungkin. "Saya banyak belajar disiplin di sini. Kalau latihannya sih tidak terlalu berbeda dengan saat di klub," ucap pemain yang tergabung di Klub Indomaret Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut.

Banyak Penggemar

Meski terbilang muka baru di dunia voli nasional Indonesia, Dimas ternyata sudah punya banyak penggemar. Bahkan, keputusannya untuk memilih menjadi spiker tak lepas dari urusan penggemar.

"Dulunya saya ingin jadi quicker seperti bapak saya. Tapi akhirnya saya memilih jadi spiker. Lagi pula, kalau jadi spiker, fans-nya bisa lebih banyak," ucap Dimas ringan sambil tersenyum. Orang tua Dimas dulunya adalah pemain voli. Mereka lah yang mendorong Dimas bermain voli sejak masih duduk di kelas empat SD.

Dimas sudah memastikan voli sebagai pilihan hidup dan hingga saat ini dia tidak tertarik untuk menekuni profesi lain. Untuk mengisi waktu luang di sela latihan yang padat, biasanya sulung tiga bersaudara ini memilih bermain musik bersama beberapa teman. Penyuka grup band Noah ini mengaku cukup piawai bermain drum.

Tapi jangan kaget juga kalau ternyata Dimas sangat menyukai musik dangdut. Via Vallen dari grup Sera adalah penyanyi idolanya. "Kalau pas libur, saya putar musik dangdut sekencang-kencangnya dengan menggunakan loudspeaker, biar ramai," terangnya tertawa. Dimas dan atlet lain tinggal di asrama Padepokan Voli. (Idris)


Editor : Pipit Puspita Rini