Sabtu, 19 April 2014

News / Olahraga

Ajang Gubernur Cup DKI Makan Korban

Sabtu, 6 Juli 2013 | 01:12 WIB
Tjahjo Sasongko/Kompas.com jelang start di kolam renang Soemantri Brodjonegoro
JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang atlet putra mengalami cedera dalam kejuaraan renang Gubernur Cup XXIX, Jumat (5/7/2013).

Atlet tersebut, Nadim Isaad, mengalami cedera setelah terpeleset saat melakukan start di nomor 200 meter gaya bebas di kolam renang Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta,

Akibat cedera ini, atlet Pelatda DKI yang merupakan anggota perkumpulan renang Millenium Aquatics ini terpaksa dilarikan ke rumah sakit MMC Kuningan dan harus menjalani pemindaian untuk mengetahui apakah terjadi kerusakan pada tulang keringnya.

Kondisi ini disesalkan orangtua atlet yang mempertanyakan tidak adanya dokter dalam kejuaraan renang Gubernur Cup XXIX tahun ini. Meski dilengkapi dengan petugas kesehatan, ajang ini memang tidak diawasi dokter pertandingan.

Sementara itu, menurut Ketua Panitia Pelaksana Gubernur Cup 2013, Purnomo Irianto, pihaknya akan bertanggung jawab terhadap kondisi yang dihadapi atlet yang cedera. "Kami punya kebijakan untuk menentukan rumah sakit rujukan sesuai arahan dari pihak PB PRSI. Namun, semuanya dapat dirembukkan dengan pihak korban," kata Purnomo lagi.

Kondisi prasarana di kolam renang Soemantri Brodjonogero tampaknya memang tidak ideal untuk menjadi tempat pelaksanaan ajang sebesar Gubernur Cup 2013. Jumlah peserta yang membeludak mencapai 570 atlet dari 35 perkumpulan renang, membuat suasana menjadi sesak.

Membeludaknya peserta disebabkan ajang Gubernur Cup ini diikuti oleh semua kelompok umur, yaitu dari kelompok umur (KU) V (di bawah 9 tahun) hingga KU I (16-18 tahun), dan senior (di atas 19 tahun). Mereka dapat mengikuti lomba dengan biaya Rp 25.000 untuk tiap nomor yang diikutinya.

Banyaknya atlet yang ditemani keluarga mau pun suporter membuat  suasana kolam menjadi sangat tidak kondusif.  Mereka berkumpul di dua tribun kecil yang ditutupi tenda.

Kondisi ini diperburuk dengan cuaca Jakarta yang tidak bersahabat. Dua hari pelaksanaan kejuaraan renang berlangsung di bawah curah hujan yang membuat para penonton mencari perlindungan.

Di hari kedua Gubernur Cup XXIX, kejuaraan masih didominasi perkumpulan renang besar, seperti Millennium Aquatics dan Pari Sakti.

Penulis: Tjahjo Sasongko
Editor : Tjahjo Sasongko