Minggu, 26 Oktober 2014

News / Olahraga

Kapolda Bali Lepas 133 Pegowes Bali Bike 2013

Jumat, 7 Juni 2013 | 08:20 WIB

KUTA,  Kompas.com -  Kepala Kepolisian Bali Inspektur Jenderal Arif Wachyunadi melepas 133 peserta Kompas Bali Bike 2013 berjarak tempuh 262 kilometer, di Hotel Santika Premier, Kuta, Kabupaten Badung, Jumat (7/6) pagi.

Ia berharap pegowes semangat melalui jalanan Pulau Dewata dan tetap mematuhi tata tertib berlalu lintas. "Kami berterimakasih kepada Kompas yang menggelar acara ini. Kami berharap kegiatan ini menggiatkan pariwisata Bali," kata Kapolda Bali saat membuka sekaligus pelepasan peserta.

Dalam pembukaan hadir pula Wakil Kepala Daerah Bali Brigjen Dewa Anom, Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar Kombes Wayan Sunartha, Kapolres Klungkung AKBP Ni Wayan Sri YW serta jajaran kepala direktorat di Polda Bali.

Mereka merupakan tim gowes Polda Bali. Wakil Pemimpin Redaksi Kompas Bali Budiman Tanureja memberikan semangat kepada peserta. Budiman mengatakan agar menjaga kesehatan untuk perjalanan selama tiga hari mulai 7-9 Juni.

Pegowes melalui 105 kilometer untuk etape pertama dari tiga etape 262 kilometer. Etape tersebut adalah Santika Premier (elevasi:8,25 m)-Kerobokan (elevasi:36,51 meter)-Tanah Lot (elevasi:13,16 meter)-Alas Kedaton (elevasi:853,26 meter)-Bedugul (elevasi:1.311,21 meter)-Lovina (elevasi:6,68 meter). Para peserta antusias mengikuti Bali Bike 2013 ini.

Mereka berkumpul di halaman depan hotel mulai pukul 06.00 wita. Peserta menyambut kedatangan tim pegowes Polda Bali yang datang bersepeda dari kediaman Kapolda Bali di Denpasar yang berjarak sekitar 20 kilometer. Kapolda Bali pun langsung memberikan kata sambutan.

Para peserta diajak menyilangkan tangan dengan jari dikepalkan sebagai tanda semangat dan ingat keselamatan di jalan. Selanjutnya memasuki pukul 07.00 wita, Kapolda Bali didampingi Budiman mengibaskan bendera start. Para peserta segera memulai perjalanan melewati etape pertama.

Mereka para peserta di antaranya Fasial Rauf Papua Barat, Manokwari. Ia tak ingin ketinggalan bersepeda, meski harus dua hari perjalanan menuju Bali. Faisal ingin mencari tantangan bersepeda. "Apalagi, Bali punya pemandangan indah. Ini pasti menyenangkan," katanya.

Tak ingin ketinggalan, pasangan suami-istri, Ichsan dan Mirna dari Jakarta. Pasangan yang sama-sama pegawai bank. Bahkan Joost Weimar, pegowes asal Belanda menggunakan sepeda warisan ayahnya keluaran Jepang tahun 1980-an. Ia yakin bisa melalui seluruh etape dengan lancar meski pakai sepeda tua. "Ini bakal menjadi pengalaman pertama bersepeda dengan jarak jauh. Maklum, saya biasa bersepeda tetapi jaraknya pendek-pendek di Belanda," ujarnya sambil bersiap berangkat.

Sepanjang etape pertama, peserta akan melalui beberapa tanjakan dan belokan sebagai tantangan awal. Mengeni pemandangan, suasana alam Bali beserta masyarakat akan dilalui. Beberapa obyek wisata andalan Bali juga dilewati seperti Tanah Lot (Kabupaten Tabanan) dengan pura yang berada di atas karang, Alas Kedaton dengan sejumlah monyet-monyet di pinggiran jalan, pemandangan pegunungan dan kesejukan Bedugul.

Etape pertama pun berakhir di kawasan wisata Lovina di Kabupaten Buleleng yang berada di utara Pulau Dewata. Kawasan ini terkenal dengan atraksi lumba-lumba di tengah laut Pantai Binaria. (AYS/COK/JON/ILO)


Penulis: Ayu Sulistyowati
Editor : A. Tjahjo Sasongko