Sabtu, 1 November 2014

News / Olahraga

Menunggu Kejutan Rian/Angga di Djarum Indonesia Open 2013

Rabu, 5 Juni 2013 | 18:09 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih ingatkah Anda dengan Ricky Subagja/Rexy Mainaky, atau Candra Wijaya/Sigit Budiarto, atau yang lebih muda lagi Markis Kido/Hendra Setiawan? Mereka adalah para ganda putra Indonesia yang banyak mengukir prestasi di ajang bulu tangkis dunia.

Bagaimana dengan ganda putra kita sekarang? Kido dan Hendra setelah melalui beberapa proses, termasuk keluar dari pelatnas dan menjadi professional, kini jalan sendiri-sendiri. Hendra kembali ke pelatnas, berpasangan dengan Muhamad Ahsan, dan kini berada di peringkat 12 dunia.

Selain Hendra/Ahsan, Indonesia juga punya ganda muda yang sudah mulai menunjukkan taji di event internasional, yakni Rian Agung Saputra/Angga Pratama, dan kini tengah berada di urutan delapan peringkat dunia.

Dua ganda inilah yang akan jadi tumpuan utama Indonesia untuk meraih gelar di Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013.

“Target khususnya adalah untuk meningkatkan ranking Rian/Angga dan Ahsan/Hendra. Kalau nanti bisa dapat hasil baik, ya syukur. Tapi secara khusus tidak ada target harus semifinal, final, atau juara,” kata pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, di pelatnas Cipayung.

Melihat lawan dari negara lain, Herry mengaku persaingan tahun ini cukup berat. “Kalau lihat drawing-nya sih berat. Tapi namanya pertandingan, apapun harus kita hadapi. Kalau bisa sampai ke final, sudah bagus,” tambahnya.

Secara umum, kekuatan ganda putra dunia saat ini memang cukup merata. Artinya, semua lawan harus diwaspadai.

“Ganda putra ini kekuatannya merata, tidak dominan seperti tunggal putri di China. Semuanya punya  posisi sama, baik China, Korea, Denmark, atau Indonesia. Sama..,” lanjut Herry.

Terakhir, Rian/Angga membuat kejutan saat mengalahkan pasangan senior China, Cai Yun/Fu Haifeng, di babak perempat final Piala Sudirman 2013, Mei lalu. Kemenangan ini punya pengaruh besar pada mental dan rasa percaya diri mereka.

“Menang melawan Cai/Fu adalah peningkatan, apalagi mereka masih muda. Buat saya, hasil ini nilainya bagus sekali. Pertama, karena menang atas Cai/Fu, kedua karena mainnya di beregu. Pertandingan beregu dan perseorangan itu beda jauh. Pressure-nya lebih keras, lebih kencang,” tambah Herry.

Di luar dua pasangan ini, Herry mengaku masih belum bisa berharap banyak. Masih butuh kerja keras agar para ganda muda yang jadi asuhannya bisa sampai ke level turnamen Super Series.

“Minimal kalau yang muda, bisa rubber game, menang satu game, itu sudah peningkatan. Jam bertanding mereka masih jauh, ranking juga masih jauh. Rata-rata di pelatnas juga baru satu-dua tahun. Masih banyak yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Di babak pertama, Rian/Angga akan bertemu Sheng Mu Lee/Chia Hsin Tsai (Taiwan). Sedangkan Ahsan/Hendra akan menghadapi Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang) yang merupakan unggulan ke-4.

 


Penulis: Norma Gesita
Editor : Pipit Puspita Rini