Senin, 22 Desember 2014

News / Olahraga

Isu Perpindahan Atlet Memanas di Kejurnas Renang

Minggu, 19 Mei 2013 | 22:09 WIB

LINGSAR, Kompas.com - Isu perpindahan atlet renang menimbulkan suasana panas jelang berlangsungnya kejuaraan nasional (kejurnas) renang di Lombok.

kejurnas renang akan berlangsung di kolam renang Dewi Anjani, Sonokeling, Lingsar, Lombok barat, 20-22 Mei 2013. namun acara sendiri telah dibuka dalam acara yang dihadiri oleh ketua umum PRSI, Sandiaga Uno, Minggu (19/5) petang.

Namun dalam acara technical meeting yang berlangsung Minggu (19/5) terjadi beberapa protes keras yang menyangkut proses kepindahan atlet antardaerah.

Menurut pelatih tim DKI, felix C. Sutanto protes dilayangkan oleh tim Jawa barat menyangkut kepindahan atlet daerah tersebut ke DKI jakarta. "Protes tim Jabar menyangkut dua nama yaitu Christina Sugiono dan Eliza Delanira,' kata Felix.

Pihak jabar menggugat keabsahan proses perpindahan dua atlet tersebut karena yang bersangkutan tidak pernah mengajukan surat pindah dari Pengprov Jabar.

Proses dilayangkan oleh pelatih tim Jabar, Nizarudin. "Jabar menyebut pada PON lalu, Christina masih memperkuat tim Jabar. tetapi bagaimana bisa dia tiba-tiba membela DKI tanpa pernah mengajukan surat pindah ke daerah asalnya," kutip Felix.

DKI juga digugat oleh Riau tentang status perpindahan atlet nasional Gde Siman Sudartawa. Juara nasional gaya punggung ini  memang telah mengajukan minat untuk membela DKI di PON mendatang. karena itulah, di Kejurnas kali ini, Siman menggunakan status unattached.

"Untuk kasus Siman saya tunjukkan bukti bahwa memang ia ingin pindah karena sudah tidak lagi terikat dengan daerah lama yang sejak 2013 tak lagi memberi imbalan kepada dirinya," kata Felix. "Setelah itu tidak pernah ada kesepakatan antar Riau dengan pihak Siman," lanjut Felix.

Isu perpindahan juga sempat melanda atlet Jawa Barat Jessy V. Yosaputra yang diminati oleh Jawa Timur. Yessy -peraih medali emas SEA Games 2011 lalu ditawari gaji sekitar 20 juta rupiah untuk memperkuat Jatim di PON 2016 mendatang. namun keinginan ini tdiak dipenuhi oleh Jawa Barat.  "Namun masalahnya bisa selesai setelah Jawa Barat bersedia memberi gaji yang 'hanya' sedikit di bawah yang ditawarkan Jatim," lanjut Felix.

 


Editor : A. Tjahjo Sasongko