Senin, 22 Desember 2014

News /

BALAP SEPEDA

Bukittinggi, Titik Start Tour de Singkarak

Senin, 13 Mei 2013 | 03:26 WIB

Jakarta, Kompas - Pacuan balap sepeda Tour de Singkarak 2013 siap digelar pada 2-9 Juni 2013. Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, bakal menjadi titik awal balapan sepeda kelas 2.2 dalam kalender Tur Asia Persatuan Balap Sepeda Internasional itu.

Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Minggu (12/5), dalam acara peluncuran Tour de Singkarak (TdS) 2013 di lapangan Monumen Nasional (Monas) mengatakan, tahun ini TdS memasuki edisi kelima. Konsep yang diusung masih sama sejak gelaran pertama 2009, yaitu promosi pariwisata dan olahraga prestasi.

Untuk promosi pariwisata, para pebalap akan melintasi rute-rute melalui 17 kabupaten/kota di Sumbar. Untuk balapan tahun ini, semua kontestan dan tim-tim akan start dari kota Bukittinggi. Sementara tiga edisi pertama dimulai dari Padang dan pada edisi 2012 dimulai dari kota Sawahlunto. Perubahan titik start lebih untuk variasi etape.

Sondi Sampurno dari bagian teknis TdS mengatakan, balapan masih masuk kelas 2.2, artinya balapan itu masih masuk kelas dua dan melombakan beberapa etape, tepatnya tujuh etape. Total panjang lintasan adalah 1.173 kilometer.

Etape I berjarak 122 km dari Bukittinggi menuju Bonjol. Etape II berjarak 215 km dari Padang Panjang ke Istano Basa di Tanah Datar.

Pada hari ketiga para pebalap menuju ikon lomba, Danau Singkarak, yang menyuguhkan lintasan naik turun sejauh 212 km dari Payakumbuh menuju Danau Singkarak. Sementara pertarungan hari keempat akan menyajikan lintasan 205 km dari Sijunjung menuju Pulau Punjung, Dharmasraya.

Kota Sawahlunto akan menjadi titik start etape kelima menuju Muara Labuh, Solok Selatan, sejauh 138 km. Selanjutnya, para pebalap menuju Painan dari Pariaman sejauh 140 km. Padang Pariaman–Padang sejauh 141 km menjadi penutup balapan. Menu sirkuit disisipkan dalam rute terakhir itu.

Lebih banyak partisipan

Sondi mengatakan, TdS 2013 akan diikuti lebih banyak tim kontinental atau tim divisi III ketimbang balapan tahun lalu, yang diikuti 13 tim. Sementara tim-tim dalam negeri juga akan berpartisipasi.

”Tim-tim dalam negeri yang sudah pasti di antaranya Customs Cycling Club, Putra Perjuangan, juga tim nasional pelatnas SEA Games,” ujar Sondi.

Sofian Ruzian, manajer pelatnas balap sepeda SEA Games 2013, menuturkan, setelah mengikuti Kejuaraan Asia 2013 di India, tim nasional balap sepeda putra akan diturunkan di TdS. ”Tur tersebut juga sebagai bagian dari uji coba para pebalap,” ujar Sofian.

Menurut Sapta, sebagai daya tarik, balapan tahun ini menawarkan hadiah Rp 1,2 miliar. Sementara dana penyelenggaraan masih merupakan gabungan antara APBN dan APBD kabupaten/kota di Sumbar yang dilewati, juga dari sponsor. (hln)


Editor :