Kamis, 24 Juli 2014

News / Olahraga

Chris John: Ada Sesuatu di Sarung Tinju Satoshi

Senin, 15 April 2013 | 00:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Juara kelas bulu WBA Chris John menyatakan, ada upaya tak sportif yang dilakukan lawannya, Satoshi Hosono. Perlakuan tak sportif itu tampak dari upaya melukai dengan kepala, dan dugaan ada sesuatu di sarung tinju petinju asal Jepang itu.

Seusai pertandingan, Chris John menyampaikan dugaan kuat bahwa ada sesuatu di dalam sarung tinju Satoshi Hosono. Namun begitu, dugaan itu belum terbukti dan telah disampaikan pada tim pengawas. "Dari awal (Satoshi) sudah mencoba melakukan sesuatu yang tidak bersih. Ada sesuatu di sarung tangannya, tapi saya kurang tahu itu apa," kata petinju berjuluk "The Dragon" itu, dalam jumpa pers, seusai bertanding, Minggu (14/4/2013) malam, di Senayan, Jakarta.

Petinju asal Banjarnegara, Jawa Tengah, itu juga menyampaikan, upaya tak sportif Satoshi juga nampak dari usahanya melukai dengan cara membenturkan kepala. Chris John mendapatkan luka sobek yang cukup dalam di kedua pelipisnya. "Menggunakan kepala untuk melukai. Luka ini karena benturan kepala," ujarnya.

Chris John tetap menyandang gelar kelas bulu WBA karena duel melawan Satoshi Hosono di Stadion Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (14/4/2013), dinyatakan technical draw. Pasalnya, dia mengalami luka cukup parah di kedua pelipisnya, akibat benturan, sehingga duel dihentikan pada ronde ketiga.

Di awal pertarungan, kedua petinju melakukan penjajakan, sehingga tak ada pukulan keras yang dikeluarkan. Baru pada ronde kedua, Chris John melepaskan sejumlah pukulan keras berupa kombinasi hook kanan dan kiri.

Akan tetapi, Satoshi terus merangsek maju dan melepaskan pukulan balasan, membuat duel berlangsung seru. Pada ronde ketiga, pelipis kanan Chris John mengeluarkan darah akibat benturan, sehingga duel dihentikan sesaat agar luka dibersihkan. Saat laga dilanjutkan, Satoshi langsung menggempurnya dan darah kembali mengucur deras, sehingga wasit memutuskan untuk menghentikan laga.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Palupi Annisa Auliani