Kamis, 24 Juli 2014

News / Olahraga

ISG Berubah Lagi Jadi September

Jumat, 12 April 2013 | 21:11 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kepastian pelaksanaan Olimpiade Negara- negara Islam (Islamic Solidarity Games/ISG) III yang telah diundur dari Juni 2013 menjadi Oktober 2013, kembali berubah. Tuan rumah Indonesia akhirnya sepakat, multieven olahraga itu dilaksanakan September 2013.

"Negara-negara peserta yang tergabung dalam ISSF tidak merespon pelaksanaan pada bulan Oktober, karena tanggal 15 Oktober bertepatan dengan perayaan hari raya Idul Adha. Berdasarkan pertimbangan itu, ISG diputuskan bulan Septenber," ujar Anthony Sunarjo, Ketua Panitia ISG III di Jakarta, dalam rapat gabungan panitia pusat dan daerah, seperti rilis yang diterima Kompas hari Jumat (12/4/2013).

Pelaksanaan ISG III di Pekanbaru, Riau semula dijadwalkan pada 6- 17 Juni 2013, lalu  sempat diundur ke bulan Oktober 2013 karena ketidaksiapan Riau menyelesaikan perbaikan berbagai arena pertandingan.

Menurut Anthony,pada bulan Oktober pemerintah pusat juga disibukkan beberapa agenda internasional. Misalnya sidang APEC di Bali berlangsung tanggal 5-7 Oktober yang akan dihadiri oleh Presiden SBY. Perhatian pemerintah dipastikan akan lebih tertuju pada kegiatan itu.

Pelaksanaan pada bulan September pun sebenarnya bermasakah buat Riau. Mengingat pada 4 September, rakyat Riau akan memilih Gubernur baru untuk pengganti Rusli Zainal.

Untuk menghindari pelaksanaan ISG dengan Pilkada Riau, kata Anthony, panitia membuat usulan ISG diadakan pada 11 September sampai 22 September 2013.

Ketua Panitia Daerah, Syamsurizal, yang ikut dalam rapat di Jakarta, menyetujui penetapan tanggal dimaksud. Hari Senin (15/4/2013), usulan baru tanggal pelaksanaan ISG III akan dibawa kepada Menpora Roy Suryo. Apabila pemerintah setuju, usulan baru akan dibawa pada sidang ISSF.

"ISSF sendiri sudah menyetujui perubahan jadwal ISG III dari bulan Juni. Mereka tengah menunggu jadwal baru dari Indonesia," kata Anthony.

Anthony mengharapkan, panitia daerah lebih serius mempersiapkan persiapan yang menjadi lebih pendek, dibandingkan dengan pelaksanaan bulan Oktober. Panitia Riau diminta memfokuskan perhatian pada masalah sStadion utama, serta renovasi kolam renang yang mesti dilakukan secepatnya.

Kolam renang di Riau belum memenuhi syarat, karena terdiri atas delapan lintasan dari ketentuan 10 lintasan. Kedalamannyajuga harus ditambah dari 120 cm menjadi 140 cm.

Tentang stadion utama, Riau masih memiliki hutang kepada tiga konsorsium BUMN pembangunan arena itu yakni, PT ADHI Karya, PT Wijaya Karya dan PT Pembanyunan Perumahan sebesar Rp 160 miliar. Hutang itu belum dilunasi sejak pelaksanaan Pekan Olahraga Riau bulan september 2012 lalu.

Manajemen kerjasama tiga BUMN itu, sempat mengancam akan menggembok stadion, apabila hutang itu belum dibayar.


Penulis: Syahnan Rangkuti
Editor : Agus Mulyadi