Selasa, 23 September 2014

News / Olahraga

Apa Pun Hasilnya, Daud Tetap Akan Naik ke Kelas Ringan

Selasa, 9 April 2013 | 20:42 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Juara dunia kelas bulu IBO Daud Yordan fokus menghadapi penantangnya, Simpiwe Vetyeka, pada pertarungan mempertahankan gelar di Senayan, Jakarta, Minggu (14/4/2013).

Petinju dengan rekor bertarung 30 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan 2 kali kalah ini mengatakan, latihan tetap dilakukan setiap pagi dan sore hari. Namun, kata petinju Sasana Kayong Utara Kalimantan Barat tersebut, latihan yang dijalani sekarang ini sifatnya ringan karena untuk menjaga fisik dan kebugaran tubuh saja.

"Saya sudah tidak menjalani latihan berat seperti dengan sparring partner karena waktu pertarungan sudah dekat," katanya ketika dihubungi, Selasa (9/4/2013).

Ia menambahkan, selain latihan, dirinya bersama pelatih Damianus Yordan terus mempelajari pertarungan yang dilakukan petinju Afrika Selatan tersebut. Setelah itu, mereka sama-sama mengevaluasi.

Seusai dirinya berlatih, lanjut ayah dari Miquel Angel Yordan Jr tersebut, juga dievaluasi untuk diperbaiki jika masih ada kelemahan-kelemahan dalam latihan.

"Setiap hari kami terus berdiskusi untuk pertarungan mendatang, termasuk memasang strategi yang akan diterapkan di atas ring," katanya.

Ketika ditanya apakah target saat melawan Vetyeka, Daud mengatakan, dia ingin memenanginya karena ini merupakan terakhir bagi dirinya bertarung di kelas bulu.

"Saya tetap menargetkan menang apakah dengan KO atau angka karena ini merupakan pertarungan terakhir saya di kelas bulu dan setelah ini saya akan naik ke kelas ringan," kata petinju yang merebut gelar juara dunia kelas bulu saat menang KO pada ronde kedua atas Lorenzo Villanueva itu.

Daud takkan mengubah keputusan untuk naik kelas jika dia gagal dalam usaha mempertahankan gelar. "Kalah atau menang melawan Vetyeka, saya tetap akan naik ke kelas ringan," katanya menegaskan.

Setelah menjadi juara dunia kelas bulu IBO, Daud berhasil mempertahankan gelarnya sekali setelah menang angka atas petinju Mongolia Choi Tseveenpurev di Singapura, 9 November 2012.

"Saya sudah capek berkecimpung di kelas bulu yang sudah saya tekuni sekitar delapan tahun (mulai karier bertinju di kelas bulu 2005)," katanya.


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Sumber: