Selasa, 21 Oktober 2014

News / Olahraga

BSI Bola Voli Proliga 2013

Pertamina Tetap Tampilkan yang Terbaik

Sabtu, 6 April 2013 | 17:21 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Meski sudah gagal ke babak empat besar, tim putri Jakarta Pertamina Energi tetap menampilkan performa terbaik di kompetisi BSI Bola Voli Proliga 2013.

Selain demi sportivitas dan fairplay, Pertamina juga menunjukkan timnya sebetulnya mampu bersaing dengan tim-tim yang sudah masuk empat besar. Pertamina mengalahkan Jakarta TNI AU 3-0 (25-19, 27-25, 25-22) di seri terakhir babak penyisihan di GOR Jatidiri Semarang Jawa Tengah, Sabtu (6/4/2013).

Pertamina kini meraih 14 poin dan masih menyisakan satu pertandingan besok Minggu melawan Manokwari Valeria Papua Barat. Jika menang di laga terakhir, Pertamina meraih 17 poin dan berada di posisi kelima dari tujuh tim. Empat posisi teratas ditempati Gresik Petrokimia, Jakarta Popsivo PGN, Valeria, dan Jakarta Electric PLN.

Petrokimia untuk sementara meraih 25 poin, sama dengan Popsivo. Valeria 20 poin dan PLN 19 poin. Petrokimia dan Popsivo akan bertanding di laga terakhir mereka hari ini. Menurut pelatih Pertamina, Octavian, meski timnya sudah masuk kotak, sebagai olahragawan selalu harus menampilkan yang terbaik di setiap laga. Timnya telah melakukan evaluasi bersama manajemen dan ia pun telah memberikan masukan untuk perbaikan ke depan.

Evaluasi dari Octavian, timnya tidak memiliki toser atau pengumpan cadangan yang bisa menggantikan toser utama Sari Widowati. Sejak Sari sakit typhus di seri Solo, penampilan Pertamina berangsur menurun. "Kami bermaksu menambah toser, namun terlambat dan toser yang kami incar sudah diambil PLN (Dika)," katanya.

Evaluasi untuk ke depan, sebaiknya Pertamina memilih pelatih terlebih dahulu baru menentukan para pemain yang bergabung. Di sini, pelatih bisa memberi masukan pemilihan pemain. "Komposisi yang ada saat ini lumayan, tapi ada beberapa posisi yang kurang maksimal. Kualitas pemain lokal masih kalah dengan tim-tim unggulan. Pemain asingnya juga standar kualitasnya, tidak terlalu istimewa," tuturnya.

Octavian juga mengevaluasi dirinya sendiri sebagai pelatih. "Saya berusaha keras, tapi masih belum bisa memberikan yang terbaik. Apalagi ini debut saya di Proliga," katanya. 


Penulis: Susi Ivvaty
Editor : Robert Adhi Ksp