Rabu, 27 Agustus 2014

News / Olahraga

Richard Ingin Benahi Olah Raga Jakarta dan Nasional

Rabu, 20 Maret 2013 | 14:13 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Mantan renang nasional, Richard Sam Bera menyebut pembenahan olah raga harus dilakukan  dengan  meliputi semua  aspek.

Hal ini dkiungkap Richard menanggapi keinginan beberapa mantan atlet untuk membenahi olah raga Indonesia melalun jalur pilitik dengan menjadi calon legislatif pada Pemilu 2014 mendatang.

Kalau pun berhasil lolos ke Senayan, jalan panjang akan menanti para mantan atlet itu untuk memenuhi keinginan mereka. Sebelum mereka pun sudah ada mantan atlet yang berkiprah di parlemen seperti pecatur Utut Adianto. Kenyataannya, memperbaiki buruknya kondisi olah raga Indonesia bukan hanya ditentukan regulasi tetapi juga hal lainnya.

Inilah yang dipikirkan  Richard Sam Bera. Mantan juara SEA Games yang juga pernah tampil di Olimpiade ini juga akan menjadi caleg pada pemilu 2014 melalui PDI Perjuangan. "Saya akan menjadi caleg untuk Dapil Jakarta 1 dan luar negeri," kata Richard.

Richard, kelahiran Jakarta, 19 Desember 1971 merupakan salah satu perenang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Prestasinya terentang antara 1980-2000-an. Richard merupakan raja nomor gaya bebas Asia Tenggara antara 1989-2005, meraih medali perunggu Asian Games 1990 dan ikut Olimpiade 1988, 1996 dan 2000.

Di dalam negeri ia tidak terkalahkan hingga "dipaksa" mundur usai pekan Olah Raga Nasional 2008 dalam usia 37 tahun.

Pemegang gelar sarjana Political Science Arizona State University ini juga mengaku prihatin dengan perkembangan olah raga nasional. Indonesia yang pernah menjadi raja di SEA Games kini harus berjuang keras untuk masuk di peringkat tiga besar sekali pun, kecuali saat Indonesia menjadi tuan rumah.

"Sebenarnya kita memiliki semua syarat yang dibutuhkan untuk maju dalam olah raga. Resources banyak, fasilitas (seharusnya) mencukupi dan dukungan yang besar dari masyarakat. Namun keinginan untuk mewujudkan semua itu dalam prestasi yang belum ada," kata Richard.

Menurut Richard, salah satu kendala adalah banyak yang belum mengerti  apa pentingnya prestasi olah raga yang tinggi bagi kemajuan bangsa. Karena itu ia menyambut baik, semakin banyak mantan atlet yang juga ingin menjadi caleg. "Semakin banyak orang yang mengerti bahkan memahami olah raga tentunya akan lebih baik."

Sebelumnya, enam mantan atlet yang pernah tampil di Olimpiade dengan bergabung ke partai Amanat nasional, Senin (18/3). Para mantan atlet tersebut, yayuk Basuki (tenis), Krisna bayu (judo), Selvyana Sofyan (menembak), Nurfitriyana (panahan) dan Emma Tahapary (atletik)

Pada skala khusus, Richard mencalonkan diri menjadi ketua umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) pengprov Jakarta yang saat ini sudah memasuki masa demisioner. "Sebagai mantan atlet DKI saya prihatin mendengar tim renang DKI gagal total di PON Riau 2012 lalu karena gagal mendapatkan medali emas," kata Richard.

Tim renang DKI memang gagal meraih emas, meski di cabang akuatik DKi mampu meraih 10 emas melalui polo air, renang indah dan loncat indah.

Sebagai perenang, Richard memang melewati masa-masa saat renang DKI berkelimpahan atlet renang  nasional seperti Wisnu Wardhana, Wirmandi Sugriat hingga masa-masa mulai hilangnya atlet-atlet renang berbakat DKI.

Padahal bagi Richard, DKI sebenarnya sudah ideal untuk perkembangan olah raga renang tersebut. "Dilihat dari jumlah perkumpulan renang, DKI cukup banyak, Begitu pun fasilitas kolam renang kita cukup banyak. Yang kurang adalah keinginan mewujudkan itu semua dalam program pembinaan yang terpadu, misalnya kompetisi. Ya,  seharusnya ini tugasnya pengurus," kata Richard.

Karena itulah, apabila terpilih, Richard ingin menekankan pembinaan dengan kompetisi dan jenjang yang lengkap yang akan menjamin para atlet lokal yang berprestasi untuk  suatu saat mewakili daerah di ajang kejuaraan nasional. "Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu mendukung  program pembelian atlet daerah. Kalau bisa, utamakan atlet lokal melalui pembinaan yang terarah," ungkapnya.

Richard juga tak khawatir apabila ia terpilih sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2014 dan "diharuskan" menanggalkan jabatan publik. "Bagi saya yang penting adalah berlaku prinsip think globally, act locally. Membenahi sesuatu yang salah harus dilakukan dari tingkat yang paling rendah. Di olah raga ya di tingkat klub atau organisasi. Saya sangat mengenal dunia renang dan ingin menjadi lebih baik atau setidaknya, sebaik pada masa lalu," ungkapnya.

"Kalau pun secara regulasi, saya harus mundur sebagai pejabat publik (ketua PRSI DKI), setidaknya sistem sudah kembali ke relnya. Sebaiknya kepengurusan memang tidak tergantung pada figur lagi."

 


Editor : A. Tjahjo Sasongko