Rabu, 30 Juli 2014

News /

ATLETIK

Tekad Lumain Tak Main-main

Minggu, 10 Maret 2013 | 05:09 WIB

Sidoarjo, Kompas - Hampir enam bulan sprinter nasional Fernando Lumain terusir dari tim pemusatan latihan nasional Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia karena masalah disiplin. Ia pun bertekad merebut kembali tempat di pelatnas.

Lumain membuktikan tekadnya tak main-main. Ia menjuarai nomor bergengsi 100 meter dalam kejuaraan atletik Jatim Terbuka di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (9/3).

Pada nomor itu, Lumain melesat menembus finis lintasan yang basah sehabis diguyur hujan deras pada sore hari. Ia mencatat waktu 10,66 detik. Ia menaklukkan seniornya, Suryo Agung Wibowo. Suryo harus puas di peringkat kedua dengan waktu 10,75 detik.

”Bagi saya, ini sasaran antara. Target saya berikutnya kejurnas dengan harapan saya bisa dipanggil lagi masuk pelatnas dan masuk tim SEA Games,” kata Lumain.

Ia hanya nyengir ketika diberi tahu wartawan bahwa ia baru menjadi bahan selorohan Ketua Umum PB PASI Bob Hasan yang hadir di lapangan tengah. ”Kalau sekarang Fernando Lumain atau Suryo Agung bisa juara karena sprinter-sprinter pelatnas tidak kami turunkan di 100 meter. Iswandi, Sapwaturrahman, Farel (Oktaviandi), dan sprinter-sprinter lain kami perintahkan turun di 400 meter,” kata Bob.

Dengan turun di 400 meter, kata Bob, PASI ingin para sprinter digenjot kapasitas maksimal paru-paru (VO2 Max). ”Sprinter biasanya malas jika disuruh latihan fisik untuk meningkatkan VO2 Max. Maunya latihan 50 meter atau 60 meter saja,” kata Bob.

Bob mengungkapkan, ia memecat Lumain karena masalah disiplin. Hal itu juga diakui atlet yang kali ini mewakili tim Sulawesi Utara. ”Pengalaman itu memperbesar motivasi saya tampil di Jatim Terbuka dan kejurnas agar bisa masuk pelatnas lagi,” katanya.

Setelah terusir dari pelatnas, Lumain berlatih dan merancang program di bawah bimbingan Pelatih Agustinus Ngamel. Tempat latihannya tetap di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta. Namun, karena bukan lagi atlet pelatnas, ia tidak bisa tinggal di mes PB PASI yang berada di stadion tersebut.

Motivasi serupa dicanangkan Suryo. Pemegang rekor nasional 100 meter ini datang dengan membawa pelatih pribadi asal Australia, Robert Ballard. Ia tidak terlihat kecewa meski tidak juara. ”Alhamdulillah,” katanya saat ditanya soal performanya setelah absen lima bulan karena cedera.

”Dengan latihan enam pekan sebelum Jatim Terbuka, hasil cukup lumayan. Seperti saya katakan kemarin, ajang ini untuk mengevaluasi di mana saya sekarang dan menentukan program latihan berikutnya,” kata Suryo. (sam)


Editor :