Rabu, 17 September 2014

News / Olahraga

Jakarta Akan Gelar Kejuaraan Maraton Internasional

Rabu, 13 Februari 2013 | 11:44 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Provinsi DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah dalam kejuaraan maraton internasional pada Oktober 2013 mendatang. Kejuaraan ini akan diikuti 15-20 negara dengan jarak tempuh sekitar 42 kilometer, mulai dari Pluit sampai Gelora Bung Karno (GBK).

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta Nirwandar mengatakan, pihaknya memasang target atlet peserta lebih dari 5.000 peserta yang didominasi dari negara-negara di Asia. Kejuaraan ini terbuka untuk amatir dan profesional, dengan berbagai kategori, total hadiahnya mencapai Rp 4 miliar.

"Marathon adalah olahraga paling populer dan sangat layak diadakan di Jakarta," kata Sapta, seusai menemui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balaikota Jakarta, Rabu (13/2/2013).

Sapta mengungkapkan, dengan digelarnya kejuaraan ini, pihaknya berharap akan lebih banyak mata dunia yang menyorot keindahan Jakarta. Di luar itu, dirinya juga berharap kejuaraan ini dapat mendongkrak kepedulian masyarakat pada lingkungannya.

"Banyak keindahan karena orang taHunya cuma banjir. Harapannya bisa memperkenalkan Jakarta," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budiman menjelaskan, digelarnya kejuaraan ini dikarenakan keinginan pihaknya membuat perbedaan di tingkat dunia. Dalam hal ini adalah mengenalkan kebudayaan melalui salah satu cabang olahraga.

"Ini dampak promosi internasionalnya akan sangat hebat karena akan ada live, bisa pawai, bisa juga ada seni seni yang lain. Ya kita tunggu saja, peluang ini tentu akan kami siapkan dengan baik," ujarnya.

Kepala Dinas Olahraga DKI Jakarta Ratiyono mengatakan, teknis mengenai kejuaraan ini akan diatur lebih lanjut. Termasuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama jalan raya digunakan untuk lintasan marathon. "Teknisnya hampir seperti kejuaraan 10 kilometer, hanya sekarang rutenya menjadi full 42 kilometer. Pada hari itu tentunya disterilkan (lalu lintas), paling 8-9 jam selesai," ujarnya.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Hertanto Soebijoto