Kamis, 31 Juli 2014

News / Olahraga

Melati Coba Hilangkan Rasa Tegang

Jumat, 18 Januari 2013 | 16:29 WIB

KUDUS, Kompas.com - Pemain muda pratama di Pelatnas bulu tangkis Cipayung,  Melati Daeva Oktavianti mengaku tengah berusaha menghilangkan rasa tegang dan takut kalah bila menghadapi pemain asal China.

Pemain kelahiran  Serang, 26 Oktober 1994 ini baru bergabung sebagai pemain ganda puteri di Pelatnas Pratama Cipayung, Kamis (17/1). "Saya berharap akan lebih sering bertemu pemain China untuk pengalaman bertanding," kata Melati.

Bersama pemain tunggal putra, Edi Subaktiar, Melati terpilih sebagai pemain terbaik PB Djarum untuk prestasi yang mereka hasilkan sepanjang 2012. Di dalam negeri, Melati menjuarai ajang Kejurnas 2012, Tangkas Specs Junior Challenge serta beberapa seri Djarum Sirnas.

Sementara di ajang pertandingan luar negeri, Melati menjadi juara di German Junior, Dutch Junior serta bersama Edi Subaktiar menjadi juara ganda campuran World Junior Championships 2012 yang berlangsung di Chiba Port Arena, Chiba, Jepang. Di final, pada Sabtu (3/11-2012), Melati/Edi menjadi juara dengan mengalahkan rekan senegara, Alfian Eko Prasetyo/Shella Devi Aulia.

"Sebenarnya yang paling tegang justru di babak semifinal.  Kami masing-masing bertemu ganda China dan sama-sama kalah di game pertama," kata Melati. "Saat kehilangan game pertama itu saya pikir, masak sih tidak ada satu wakil Indonesia di final? Eh, malah terjadi Al-Indonesian Final," katanya.

Melati mengakui memang dia sempat merasa terkejut melihat permainan dan tongkrongan pemain-pemain yunior China. "Mereka mainnya cepat sekali dan bertenaga," katanya.

Ketakutan inilah yang ingin puteri pasangan Daud Sunandar-Eva Muzalivah ini kikis di Pelatnas. "Tentunya dengan pola latihan, sparring yang lebih variatif saya berharap dapat lebih percaya diri kalau bermain,"  kata Melati.

Lolos ke Pelatnas Cipayung merupakan impian Melati sejak lama.  "Sejak saya mulai berlatih di klub bulu tangkis di Serang, Banten dan PB Ratih di Tangerang dan saat masuk PB Djarum pada 2008," katanya.

Tahun lalu, namanya sempat masuk meski kemudian dicoret tanpa alasan yang jelas.  Namun ia senang dengan prestasinya yang konsisten selama 2012, akhirnya ia mampu masuk Paltnas Pratama.

Di Cipayung, ia akan ditangani oleh mantan pelatihnya di PB Ratih, Reony Mainaky yang akan bergabung pada Maret nanti setelah  pulang dari Jepang. "Yang pasti persaingan akan semakin berat, apalagi saya sudah masuk kategori dewasa saat ini," katanya.

 


Editor : A. Tjahjo Sasongko