Rabu, 22 Oktober 2014

News / Olahraga

Pacquiao Diminta Kembali "Menjadi" Katolik

Rabu, 12 Desember 2012 | 08:52 WIB

MANILA, KOMPAS.com — Ibu Manny Pacquiao, Dionisia, meminta putranya untuk kembali menjalani ritual sebagai umat Katolik.

Dionisia menyebut kehidupan beragama putranya belakangan ini membuat putranya tidak fokus pada pilihan hidupnya sebagai petinju.  Ia menginginkan Pacquiao meninggalkan ritual yang tak sesuai dengan tata cara Katolik. "Sejak ia mengubah tata cara beragama dalam hidupnya, ia tidak lagi fokus pada tinju," kata Dionisia kepada Globalnation.inquirer.

Banyak pihak di Filipina memang mempertanyakan gaya Pacquiao saat kalah dalam dua pertarungan terakhir melawan Timothy Bradley dan Juan Manuel Marquez. Pacquiao naik ke atas ring tanpa berkalungkan rosario, satu benda yang dianggap tinggi dalam tradisi agama Katolik.

Kekalahan Pacquiao memang telah mengguncangkan kebanggaan rakyat Filipina. Jutaan rakyat Filipina diam dan terpaku saat pukulan keras Juan Manuel Marquez menjatuhkan Pacquiao di ronde 6 dalam pertarungan di MGM Grand Arena, Las Vegas, Sabtu (8/12/2012) lalu.

Media massa Filipina menyebut banyak rakyat Filipina kemudian tenggelam dalam alkohol untuk melupakan "tragedi" ini. Sebagian besar meminta Pacquiao untuk tidak mundur dan berkesempatan membalas. "Itu pukulan untung-untungan. Arum harus memberi kesempatan untuk sebuah pertarungan ulang."

Namun, sebagian lagi berharap Pacquiao menyudahi kariernya yang gemilang dengan delapan gelar juara dunia. "Reaksinya sudah berbeda dengan dulu. Ini memperlihatkan ia sudah tua dan harus mundur sebelum mengalami hal seperti Ali."

Legenda tinju Muhammad Ali mundur pada 1981 juga setelah mengalami kekalahan dalam dua pertarungan terakhir. Namun, saat itu, usianya sudah 39. Pacquiao baru 32.

 


Editor : A. Tjahjo Sasongko