Kamis, 31 Juli 2014

News / Olahraga

Ketika si Cantik "Iri" Kepada Rekannya

Senin, 12 November 2012 | 14:39 WIB

NEW DELHI, Kompas.com - Pemain ganda putri cantik asal India, Jwala Gutta merasa diperlakukan tidak adil dibandingkan apa yang diterima para pemain tunggal seperti Saina Nehwal.

Saina Nehwal memang telah menjadi ikon kebangkitan bulu tangkis India setelah mampu merebut medali perunggu di ajang Olimpiade LOndon, Agustus lalu.

Jwala Gutta yang bersama AShwinni Ponappa merebut medali emas pesta olahraga negara persemakmuran serta medali perunggu kejuaraan dunia merasakan perlakuan yang berbeda dari asosiasi bulu atngkis India.

Menurut Gutta, naiknya pamor bulu tangkis di India bukan melulu karena prestasi Saina. Menurutnya, para penonton datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan bulu tangkis dan bukan hanya menonton Saina.

"Semua pemain ingin dikenal (publik). Tidak hanya Saina atau Sania Mirza di tenis. Tetapi kami merasakan adanya diskriminasi, terutama karena hanya ada satu atau dua pemain yang mendapat fasilitas perlengkapan dan promosi," kata Gutta.

Kondisi ini menyebabkan para pemain lain harus berjuang sendiri untuk meraih prestasi. "Jika asosiasi tidak peduli dengan kemenangan anda, siapa yang peduli?" lanjut Gutta.

Menurut pemain yang pernah menjadi bintang televisi ini, diskrimasi ini mereka rasakan saat mencatat prestasi bagus di kejuaraan dunia. "Tidak ada yang menjemput kami di bandara.  Kami mencatat pressasi baik juga saat lolos kualifikasi ke olimpiade (London). Belum pernah ada (ganda puteri) yang seperti itu. Tetapi siapa yang peduli?"

Bagi Gutta kondisi ini membuat para pemain di luar pemain tunggal sulit mendapat sponsor. "Jika dari asosiasi saja tidak ada perhatian, bagaimana para produsen itu akan memandang kami? Ini lah yang menyebabkan kami tidak pernah dilirik oleh sponsor."

 


Editor : A. Tjahjo Sasongko