Jumat, 25 April 2014

News / Olahraga

Pengurus Baru PBSI Harus Lebih Tekankan Prestasi

Senin, 22 Oktober 2012 | 13:32 WIB

Baca juga

JAKARTA, Kompas.com - Pengurus baru PB PBSI pimpinann Gita Wirjawan  memasukkan unsur baru yang lebih sesuai perkembangan jaman seperti sosial media.

Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengumumkan kepengurusan baru periode 2012-2016 dibawah kepemimpinan Gita Irawan Wirjawan di Hotel Santika, Jakarta, Senin.
    
Dalam kepengurusan baru tersebut terdapat beberapa struktur baru seperti Kepala Sub Bidang (Kasubid) Humas yang ditambah dengan sosial media, Kasubid BWF dan BAC, pengembangan jaringan daerah, fasilitas dan kaum muda termasuk pengembangan wilayah.
    
"Setelah rapat beberapa kali dengan pembicaraan intensif, finalisasi tadi malam. Kami sepakati secara bulat, inilah yang terbaik," kata F Koesdarto Pramono yang terpilih sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).
    
Ia menambahkan, "Kami berharap ini bisa meningkatkan prestasi bulu tangkis kita."
    
Pada kesempatan yang sama, mantan Sekjen PBSI Yacob Rusdianto, menambahkan untuk program dari kepengurusan yang lama memungkinkan untuk diestafetkan ke dalam program kepengurusan yang baru.
    
"Dalam kepengurusan kemarin ada program jangka pendek dan panjang. Kalau ada proyek jangka panjang yang belum selesai, pasti diteruskan. Saat kepengurusan Pak Djoko, prestasi belum tetapi sarana dan prasarana sudah. Kami harap di bawah Pak Gita nanti ada prestasi," ujarnya.
    
Sementara itu untuk program kerja serta target dari kepengurusan baru ini, baik Yacob maupun Koesdarto kompak menjawab belum bisa dipaparkan sebelum dilakukan pelantikan kepengurusan. "Kalau program nanti baru akan digodok setelah pelantikan," kata Koesdarto.
    
Pada kepengurusan PB PBSI di bawah kepemimpinan Gita, terdapat beberapa nama mantan atlet seperti Susy Susanti yang menjabat Staf Ahli Pembinaan dan Prestasi serta Rexy Mainaky yang selama beberapa waktu ini melatih di Filipina, menjabat Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi.
    
Untuk struktur pengembangan wilayah, Yacob menjelaskan nantinya akan dilaksanakan desentralisasi pelatnas yang tersebar di wilayah Barat, Tengah, dan Timur.
   
 "Ini kesinambungan program lama yang masih diperlukan. teman-teman ingin ada pemerataan pembinaan, mungkin akan lebih mudah tercapai kalau didesentralisasi ke pelosok," jelas Yacob.

 


Editor : A. Tjahjo Sasongko
Sumber: