Rabu, 3 September 2014

News / Olahraga

Paralayang

Lis Andriana Juarai Piala Dunia di Austria

Selasa, 9 Oktober 2012 | 20:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Atlet paralayang Indonesia, Lis Andriana, berhasil mengibarkan Merah Putih saat memenangi Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Super Finals di Bach, Tirol, Austria, Sabtu (6/10/2012) lalu.

Kemenangan ini melengkapi gelar Juara Dunia Puteri 2012, yang diraihnya September lalu.

Menurut Tagor Siagian, Ketua Bidang Humas dan Promosi Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI), Selasa (9/10/2012) di Jakarta, Lis menjuarai Piala Dunia itu setelah mengalahkan pesaing terdekatnya, Marketa Tomaskova dari Ceko dan Tamara Kostic (Serbia).

Di nomor putra, Elisa Manueke harus puas dengan medali perunggu, karena menempati posisi ketiga. Elisa kalah dari Matjas Feraric (Slovenia) yang menjadi juara pertama.

Bagi Lis, prestasi itu merupakan penyempurna gelar juara dunia yang sudah diraihnya di kompetisi Seri Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang atau Para Gliding Accuracy World Championship Series (PGAWC). Di kejuaraan itu, Lis menjadi juara pertama pada Seri II  di Malaysia dan Seri III di Montenegro, serta menjadi juara kedua pada Seri IV di Jerman, sehingga nilai totalnya paling tinggi.

Prestasi Lis itu memantapkan dominasi atlet paralayang putri Indonesia di tingkat dunia. Sebelumnya, gelar juara dunia ketepatan mendarat paralayang juga pernah direbut oleh atlet putri Indonesia, Ifa Kurniawati (2010) dan Milawati Sirin (2011).

Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Bidang Paralayang, Djoko Bisowarno, menyayangkan tidak adanya dukungan Kementerian Pemuda dan Olah Raga pada olah raga dirgantara. Padahal, sejak merebut tujuh emas di Asian Beach Games 2008 di Bali, paralayang terbukti selalu mencetak prestasi dunia dan mengharumkan nama bangsa.

"Jika mendapat dukungan biaya, kita dapat mengirimkan Lis, Ifa, dan Milawati serta tiga atlet putra. Tim yang lengkap akan memungkinkan Indonesia menjadi juara di grup dan perseorangan," kata Djoko.


Penulis: Emilius Caesar Alexey
Editor : Agus Mulyadi