Minggu, 21 September 2014

News / Olahraga

GP San Marino

Lorenzo Bersimpati kepada Pedrosa

Senin, 17 September 2012 | 16:17 WIB

MISANO, Kompas.com - Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, menaruh simpati kepada rivalnya dari Repsol Honda, Dani Pedrosa, yang gagal melanjutkan lomba GP San Marino, Minggu (16/9/2012). Akibatnya, Lorenzo kini semakin jauh dari kejaran Pedrosa, di mana mereka sudah terpaut 38 poin.

Pedrosa, pemegang pole position, harus start dari posisi paling belakang karena mengganti motor saat terjadi restart. Ketika balapan dimulai, dia terus merangsek ke depan untuk terus memperbaiki posisinya. Sayang, pada lap kedua nasib sial menimpanya, karena di Tikungan 6 dia ditabrak oleh pebalap Pramac Ducati, Hector Barbera.

Sebaliknya, Lorenzo, yang juga pernah menjadi korban tabrakan di Assen awal tahun ini, meraih kemenangan. Dengan tambahan 25 poin di balapan ini, Lorenzo bisa memperlebar jarak, yang sebelumnya hanya terpaut 13 poin.

"Sejujurnya, kami sangat beruntung hari ini, karena tanpa masalah dengan lampu saat start Dani tidak kecelakaan," ujar Lorenzo, Minggu (16/9/2012).

"Ini hasil sial baginya; kami mengalami hal serupa di Belanda (tetapi) beruntung hari ini.

"Di kejuaraan, ini fantastis bagi kami, kami (bisa) sedikit lebih tenang sekarang. Kami membutuhkan hasil yang bagus."

Lorenzo membantah jika balapan ini berlangsung lebih mudah setelah Pedrosa jatuh. Menurutnya, performa yang meningkat dari Valentino Rossi menjadi ancaman, sehingga dia tak bisa tenang.

"Saya memiliki momen yang besar, saya hampir jatuh di tikungan pertama pada lap ketiga," jelas juara dunia 2010 ini. "Bagaimana saya selamat, saya tidak tahu.

"Saya melihat Valentino cukup cepat dan juga kompetitif, sehingga sulit untuk melaju meninggalkannya, tidak membuat sejumlah kesalahan dan tetap konsentrasi.

"Saya tahu sesuatu yang buruk terjadi pada Dani, karena saya melihat Rossi di posisi kedua dan dia tidak pernah menyusul dan melewatinya, dan saya tidak melihatnya di papan.

"Ini merupakan hari buruk baginya, tetapi kemenangan penting bagi kami untuk kejuaraan."

 


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Sumber: