Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 24 Mei 2013 | 01:17 WIB
GP San Marino
Barbera Langsung Minta Maaf kepada Pedrosa
Minggu, 16 September 2012 | 21:25 WIB
Dibaca:
|
Share:
MOTORCYCLENEWS Pebalap Pramac Ducati, Hector Barbera.

MISANO, Kompas.com - Pebalap Pramac Ducati, Hector Barbera, meminta maaf kepada Dani Pedrosa, menyusul kecelakaan yang membuat pebalap Repsol Honda tersebut gagal menyelesaikan balapan di Sirkuit Misano, San Marino, Minggu (16/9/2012). Akibatnya, Pedrosa kembali jauh tertinggal dari rivalnya asal tim Yamaha, Jorge Lorenzo, dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2012.

Sejatinya, Pedrosa adalah pemegang pole position GP San Marino ini. Akan tetapi, pebalap Spanyol ini harus start dari posisi paling belakang karena motornya mengalami gangguan mesin saat akan dilakukan restart - saat start pertama terjadi kesalahan teknis, sehingga harus dilakukan start ulang.

Dari posisi buncit, Pedrosa mulai merangsek ke depan di peringkat ke-12 pada tikungan pertama dan melewati pebalap Aspar CRT, Randy de Puniet, dan Barbera - kedua pebalap ini berada di sisi dalam - ketika masuk Tikungan 2. Ketika Pedrosa sudah menyalip dan melewati garis, Barbera tak bisa mengontrol motornya sehingga menabrak roda belakang Pedrosa, yang membuat keduanya terlempar ke luar lintasan.

Kecelakaan ini membuat Pedrosa tak bisa melanjutkan lomba. Ini memberikan angin segar kepada Lorenzo, yang justru tampil dominan untuk memenangi balapan seri ke-13 tersebut. Kini, Lorenzo unggul 38 poin atas Pedrosa, yang menjadi pesaing terdekatnya. Dengan lima tersisa di musim ini, peluang Pedrosa untuk merengkuh gelar pertamanya di MotoGP bakal kian sulit.

Berbera mengakui, kecelakaan tersebut tentu sangat merugikan Pedrosa, sehingga dia langsung meminta maaf. Diakuinya, dirinya tidak berusaha melewati Pedrosa, tetapi kondisi di lintasan saat itu sangat sulit, karena pada sisi luarnya ada De Puniet.

"Pertama-tama saya ingin meminta maaf kepada Dani, yang sedang bertarung untuk mengejar gelar juara dunia," ujar Berbera melalui Twitter. "Saya sangat menyesal, tetapi itulah situasi yang ada.

"Dia menyalip Randy dan saya dalam pengereman di sisi luar. Saya berada dalam posisi sejajar dengan Randy dan tiba-tiba Dani meluncur di tikungan.

"Baik saya maupun Randy tak memiliki garis. Saya tidak bisa melebar karena Randy ada di sana dan di sisi dalam jarak Dani sangat dekat. Tak ada yang bisa saya lakukan.

"Jelas bahwa saya tida berusaha melewatinya. Itu jelas sekali. Itu hanya karena ada Randy di sisi luarku dan Dani di sisi dalam dengan jarak yang sangat rapat di antara kami.

"Saya tidak bisa menghindarinya. Saya hanya bisa mengatakan bahwa ini sebuah kecelakaan balapan, dan mungkin dengan pebalap yang salah. Saya sangat prihatin dengannya, tetapi ini bukanlah salahku atau pun dia. Ini hanyalah kecelakaan dalam balapan."

 

Sumber :
autosport
Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo