Kamis, 23 Oktober 2014

News / Olahraga

PON 2012

Iswandi Jadi Pelari Tercepat di Indonesia

Rabu, 12 September 2012 | 21:03 WIB

Terkait

PEKANBARU, Kompas.com - Atlet dari Nusa Tenggara Barat, Iswandi, menobatkan diri sebagai pelari tercepat Indonesia setelah meraih medali emas pada nomor lari 100 meter Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau.

Pada perlombaan final di Stadion Rumbai, Pekanbaru, Rabu (12/9/2012) malam, Iswandi berhasil mencapai garis finis pertama dengan catatan waktu 10,41 detik. Dia mengalahkan rekannya, Fadlin, yang mencatat waktu 10,48 detik sehingga menyabet perak, sedangkan perunggu direbut pelari Papua Franklin Ramses Burumi dengan catatan waktu 10,57 detik.

Iswandi merasa bersyukur bisa meraih medali emas. Pasalnya, NTB menargertkan meraih emas nomor ini drai Fadlin. "Saya bersyukur karena ini emas pertama dalam PON pertama saya," katanya.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada pelatih (Henny Maspaitella) karena tanpa yang bersangkutan dia tidak bisa berbuat apa-apa.

"Medali emas ini saya persembahkan kepada NTB, bapak dan ibu saya, serta pelatih. Tanpa mereka, saya tidak bisa berbuat yang seperti ini," katanya.

Sementara itu pada nomor 100 meter putri, medali emas direbut pelari Jatim Serafi Analis Unani dengan catatan waktu 11,90 detik, perak direbut rekannya Tri Setyo Utami dengan catatan waktu 11,97 detik, sedangkan perunggu direbut Nurul Imaniar (NTB) 12,00 detik.

Serafi mengatakan, kunci kemenangan dirinya adalah berdoa dan berusaha karena segala sesuatu akan bisa jika berusaha.

"Ini medali emas saya selama tiga kali ikut PON. Yang pertama di PON 2004 Sumsel (gagal raih medali) kemudian di PON 2008 (meraih medali perak untuk lari 200 meter," katanya.

Ia menambahkan, dia datang ke Riau ini hanya ingin mengulang catatan waktu saat tampil di SEA Games yaitu 11,69 detik. Ia mengakui, sebenarnya tidak percaya bisa meraih emas karena persiapannya hanya tiga hingga empat bulan.

"Tiga bulan yang lalu saya sempat mengalami sakit demam berdarah sehingga hampir satu bulan tidak latihan," katanya.

 


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Sumber: