Minggu, 21 Desember 2014

News / Olahraga

Pesan Presiden Saat Pembukaan PON 2012

Selasa, 11 September 2012 | 22:59 WIB

Terkait

PEKANBARU, Kompas.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap agar Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 dapat mempererat semangat persaudaraan bangsa Indonesia. Harapan itu disampaikan Presiden SBY di Stadion Utama Riau, Selasa (11/9/2012) malam, dalam pidatonya saat meresmikan pembukaan event empat tahunan itu.

"Saya menyaksikan dari podium ini semangat persaudaraan dari para atlet, wasit, dan ofisial. Pekan olahraga ini saya harapkan dapat makin mempersatukan semangat persaudaraan antara kita," kata Presiden.

Ia menekankan bahwa semangat untuk meraih prestasi terbaik hendaknya didasari oleh sikap yang sportif dan semangat persaudaraan. Kepala Negara juga menilai PON harus menjadi puncak prestasi olahraga nasional dan barometer untuk mengukur keberhasilan daerah dalam pembinaan.

Acara pembukaan PON itu diawali dengan Lagu Indonesia Raya dan pesta kembang api selama lebih kurang 10 menit. Setelah itu masyarakat Pekanbaru dengan bangga menyambut para tamunya dengan suatu gelar budaya yang bertajuk "Dalam Kasih Sayang Air".

Aneka tarian tradisional dan kontemporer ditampilkan di lapangan utama stadion itu yang mencerminkan kehidupan masyarakat setempat, yang tidak jauh dari air atau Sungai Siak, termasuk replika kapal yang dikendarai sejumlah penari.

Selain tarian mengenai kehidupan masyarakat Riau juga ditampilkan suatu tarian yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia dari Barat sampai ke Timur serta finalis Indonesia Idol Judika dengan lagu tema PON XVIII yang berjudul "Selamat Datang Sang Juara".

Seusai pagelaran budaya tersebut para atlet kontingen PON XVIII dari seluruh provinsi di Indonesia melakukan tradisi defile mengitari lapangan tengah. Aksi defile tersebut memancing sorak sorai dari para penonton yang memberikan dukungan pada kontingen masing-masing.

Untuk meramaikan PON XVIII kali ini 33 provinsi di Indonesia mengirimkan masing-masing sedikitnya 100 atlet terbaiknya.

 


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Sumber: