Minggu, 19 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 19 Mei 2013 | 18:18 WIB
Cincinnati Masters
Kalahkan Djokovic, Federer Bikin Rekor di Cincinnati
Senin, 20 Agustus 2012 | 02:49 WIB
Dibaca:
|
Share:
AFP/NICK LAHAM Petenis Swiss, Roger Federer, mengangkat trofi Cincinnati Masters, yang diraih setelah mengalahkan Novak Djokovic di final, Minggu (19/8/2012).

OHIO, Kompas.com - Petenis nomor satu dunia, Roger Federer, merengkuh gelar keenamnya sepanjang tahun 2012 ini setelah menjuarai turnamen Cincinnati Masters, Minggu (19/8/2012) waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Di final, superstar Swiss ini menang straight set 6-0, 7-6 (9/7) atas pemain nomor dua dunia asal Serbia, Novak Djokovic, untuk membuat rekor meraih trofi kelima di turnamen pemanasan AS Terbuka ini.

Hasil ini terasa sangat sempurna bagi Federer. Pasalnya, dia meraih gelar ke-76 sepanjang kariernya ini tanpa kehilangan satu set pun. Kemenangan ini pun merupakan yang ke-16 dari total 28 pertemuan dengan rivalnya tersebut, yang berstatus juara bertahan AS Terbuka, dan Federer menjadi favorit untuk merebutnya ketika grand slam akhir tahun itu mulai bergulir 27 Agustus mendatang.

Belum berhenti di situ. Kemenangan Federer di pertandingan ini pun membuat dia merengkuh trofi ke-21 di ajang Masters 1.000, sehingga petenis dengan julukan FedEx ini menyamai rekor rivalnya asal Spanyol, Rafael Nadal. Mereka menjadi pemain yang masuk daftar peraih trofi Masters 1.000 terbanyak sepanjang masa.

Di usianya yang ke-31 tahun, Federer juga menjadi petenis tertua yang menjuarai turnamen Cincinnati Masters, sejak Andre Agassi melakukannya pada tahun 2004, ketika menjadi juara di usia ke-34 tahun.

Sebelum menggenggam gelar di Cincinnati, Federer sudah meraih dua kemenangan di event Masters pada tahun ini, yaitu Indian Wells dan Madrid, dan mencatat rekor 6-2 di partai final. Ini menjadi kilasan prestasi membanggakan bagi Federer, yang mencapai puncaknya ketika dia merengkuh gelar ketujuh di Wimbledon, untuk menambah trofi ke-17 di lemari grand slamnya.

Sedangkan bagi Djokovic, kekalahan ini membuat dia gagal menjadi petenis keempat sejak tahun 1990 yang sukses meraih kemenangan di Kanada-Cincinnati, setelah pada final pekan lalu mengalahkan Richard Gasquet di Toronto.

 

Sumber :
AFP
Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo