SPORTRIDER
Valentino Rossi (kiri) dan Masao Furusawa, ketika masih sama-sama di Yamaha. Kini, dua orang ini tak bersama Yamaha lagi.
KOMPAS.com - Ducati mulai putus asa karena tak bisa mengembangkan motornya untuk lebih kompetitif lagi sehingga bisa bersaing dengan Honda dan Yamaha. Karena itu, tim yang bermarkas di Bologna tersebut mengundang mantan manajer divisi balapan Yamaha, yang kini sudah pensiun, Masao Furusawa.
Adalah jurnalis freelance KyodoNews, Akira Nishimura, yang mengungkapkan hal tersebut. Melalui Twitter, dia menuturkan bahwa Ducati meminta Furusawa mau membantu mereka untuk membuat Desmosedici lebih baik lagi. Sayang, menurut sejumlah laporan, Furusawa menolak permintaan tersebut karena tidak etis.
"Saya belum berbicara sebelum pertemuan ini untuk alasan kerahasiaan," demikian pernyataan Furusawa yang dikutip Nishimura. "Tetapi kami menunggu untuk wawancara mengapa dia memutuskan untuk berbicara sekarang, karena beberapa pernyataannya memiliki relevansi tertentu."
Furusawa juga mengutip pernyataan bos teknik Ducati, Filippo Preziosi: "Saya ingin Anda membantu saya membangun sebuah motor yang lebih baik, tidak peduli apakah itu mengorbankan tempatku." Dia adalah semangat samurai sejati.
Pernyataan ini memiliki makna yang sangat jelas. Ducati ingin memiliki motor yang kompetitif, sehingga mereka bisa mempertahankan pebalap nomor satunya, Valentino Rossi, yang diprediksi akan kembali ke Yamaha pada musim depan. "The Doctor" sangat kecewa dengan performa Ducati, karena sejak bergabung pada awal 2011, dia baru dua kali naik podium.
Masa lalu Furusawa bersama Yamaha sangat gemilang. Dialah orang yang ikut membawa tim "Garpu Tala" menuju masa keemasan dengan terobosan mesin YZR-M1, sehingga Furusawa dijuluki "Godfather of M1". Setelah Rossi hengkang ke Ducati pada akhir 2010, Furusawa pun menyatakan pensiun.
